#danadesa#pembangunanfisik

Sejumlah Pekon di Pesisir Barat Tetap Gunakan DD untuk Pembangunan Fisik

( kata)
Sejumlah Pekon di Pesisir Barat Tetap Gunakan DD untuk Pembangunan Fisik
Para pekerja melakukan pemeliharaan jembatan di Jalinbar Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat, Minggu, 21 Juni 2020.Dok.

Krui (Lampost.co) -- Sejumlah pekon di Pesisir Barat tetap berupaya melaksanakan pembangunan fisik yang sudah direncanakan sebelumnya meski dalam kondisi pandemi korona. Namun, hal itu tidak melupakan pemberian bantuan sosial bagi warga yang terdampak covid-19.

"Pembangunan fisik masih bisa kami laksanakan tapi dengan melakukan efisiensi. Kegiatan, seperti kekiceran, pengajian, kan enggak boleh kumpul-kumpul, kami tiadakan. Peralihan di sana sini kami pindahkan untuk penambahan dana pembangunan fisik. Kalau anggarannya memang tidak mencukupi sesuai rencana awal, kan bisa dikurangi volume pembangunan itu disesuaikan dengan jumlah dana yang ada," kata Peratin Bandar, Kecamatan Lemong, Hidayat, Minggu, 21 Juni 2020.

Dia menambahkan selain pembangunan fisik, pihaknya juga menyalurkan bantuan langsung tunai dari dana desa untuk 34 penerima. Jumlah itu sedikit karena banyak warga di pekon setempat telah ter-cover bantuan PKH, rastra, bantuan pangan nontunai, BLT dari Kemensos, dan bantuan pemerintah lainnya. Saat ini BLT dari DD pekon telah disalurkan untuk tahap pertama.

"Kami upayakan semuanya ter-cover, kecuali PNS dan kalangan masyarakat yang memang sesuai aturan tidak boleh menerima bantuan ini," katanya.

Untuk menjaga suasana kondusif dan aman, pihaknya mengumumkan pembagian BLT dari DD itu lewat masjid. Hal itu agar masyarakat mengetahui siapa dan mengajukan diri untuk menjadi penerima kalau memang belum mendapat bantuan atau terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah.

"Waktu itu kami umumkan di masjid. Datang saja nanti kami masukkan dalam daftar penerima. Kalau sekarang  sudah tutup karena memang sudah diajukan," ujarnya.

Bahkan, kata dia, karena rasa kemanusiaan meskipun sudah tutup, ada warga pekon itu yang pulang kampung karena terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pihaknya kemudian memberikan bantuan yang nilainya setara dengan bantuan BLT.

"Ada warga kami di sini yang seperti itu karena sudah tidak bisa masuk daftar penerima BLT karena sudah tutup. Ya saya bantu dengan dana pribadi karena mereka korban PHK, jadi pulang kampung, tadinya mereka kerja di Bandar Lampung," katanya.

Hal senada dikatakan Peratin Pekon Lemong, Kecamatan Lemong, Winata. Pihaknya tetap melakukan pembangunan jalan rabat di daerah pedukuhan karena sangat penting untuk transportasi warga. Pembangunan mengunakan dana desa 2020.

"Pembangunan jalan rabat di daerah pedukuhan tetap akan kami laksanakan karena vital bagi warga karena selama puluhan tahun jalur itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Padahal, jalan itu menuju sentra wilayah perkebunan kopi, cengkih, lada, dan lainnya," katanya.

Namun, rencana pembangunan siring atau talut di permukiman warga kemungkinan akan ditunda dan baru dapat dilaksanakan tahun mendatang. Hal itu mengingat banyak anggaran DD yang tersedot untuk covid-19.

Dana desa yang tersedot untuk covid-19 digunakan memberikan BLT kepada 100 orang di pekon setempat.

Sementara itu, Peratin Pekon Rataagung, Kecamatan Lemong, Wirdana, mengatakan di pekon itu ada 112 orang penerima BLT dari DD tahun 2020, 51 orang BLT dari Kemensos, dan 77 orang penerima bantuan pangan nontunai.  

"Penerima BLT sejauh ini di luar penerima PKH, penerima E-warung, dan PNS. Bagaimana seluruh warga yang terdampak dapat menerima bantuan. Sesuai aturan tidak boleh menerima kalau sudah dapat PKH, e-warung, dan  bantuan lain. PNS, TNI, Polri, aparat pekon, LHP, pengusaha besar tidak dapat bantuan," katanya.

Dia mengatakan ada sekitar 10 persen warga di pekon itu yang dianggap dan dinilai mampu sehingga tidak mendapat bantuan. Sementara sekitar 90 persen sudah mendapat berbagai bantuan pemerintah dari total sekitar 450 KK di Pekon Rataagung.

"Penerima BLT sejauh ini di luar penerima  PKH, penerima e-warung, dan PNS. Bagaimana seluruh warga  yang terdampak dapat menerima bantuan. Sesuai aturan, tidak boleh menerima kalau sudah dapat PKH , E warung, dan  bantuan lain

Dia menambahkan selain untuk pembangunan, DD pekonnya juga digunakan untuk membantu warga yang terdampak. Di pekonnya ada 112 orang yang dapat BLT bersumber dari DD tahun 2020, 51 orang BLT dari Kemensos, dan 77 orang penerima bantuan pangan nontunai.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar