kakao

Sejumlah Organisasi Lingkungan Dorong Petani Kakao Punya Daya Saing

( kata)

LIWA (Lampost.co) -- Sejumlah organisasi lingkungan hidup memberikan program sekolah lapang kakao di Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Organisasi gabungan tersebut di antaranya World Wide Fund for Nature (WWF), Wildlife Coservation Society (WCS), dan Yayasan Badak Indonesia (YABI).

Salah satu aktivis lingkungan, Mira, mengatakan selain kopi, Lampung Barat juga dikenal dengan penghasil kakao. Bagi masyarakat setempat, bertani kakao adalah pekerjaan utama sebagai sumber penghasilan, dan penopang ekonomi.

Menurutnya, sekolah lapangan adalah proses pembelajaran nonformal bagi petani kakao untuk meningkat pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan. Selain itu menerapkan teknologi yang sesuai dengan sumberdaya setempat.

"Tujuan dari sekolah lapang ini agar produksi kakao lebih meningkat, dan para petani lebih bijak dalam meningkatkan tata kelola tanam. Petani kakao di wilayah ini juga sudah mengembangkan bibit tanaman kakao unggul. Kacao yang dikembangkan, satu buahnya bisa mencapai bobot hingga berat 2 sampai tiga kilogram," kata dia.

Winarko



Berita Terkait



Komentar