#jalanrusak

Sejumlah Jalan di Lamsel Rusak padahal Baru Diperbaiki

( kata)
Sejumlah Jalan di Lamsel Rusak padahal Baru Diperbaiki
Kerusakan jalan nasional pada ruas Simpang Pasuruan Bawah-Simpang Palas, Kecamatan Penengahan, Lamsel, kerusakannya makin parah saat turun hujan, Kamis, 13 Februari 2020. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co) -- Kondisi sejumlah jalan di Lampung Selatan mengalami kerusakan yang cukup parah dan saat turun hujan menjadi kubangan air. Padahal sebagian jalan tersebut baru diperbaiki.

Kerusakan tidak hanya ada di jalan lintas Sumatera Simpang Empat Pasuruan Bawah—Simpang Palas, Kecamatan Penengahan,  sejumlah jalan lainnya juga berlubang,   bahkan lebih parah, seperti jalan raya Kecamatan Palas yang tergenang setelah hujan hingga viral dengan dimanfaatkan untuk memancing setelah ditebarkan berbagai jenis ikan air tawar.

Di jalan raya Kecamatan Ketapang yang menghubungkan jalinsum Simpang Gayam, Kecamatan Penengahan dan Jalinpantim Simpang Lima Ketapang, ada permukaan jalan yang mengelupas, padahal belum lama diperbaiki.

Penelusuran di lapangan, kondisi permukaan jalan provinsi sepanjang 10 km tersebut sebagian mengelupas dan ada yang berlubang dengan diamater 50 sentimeter dan kedalaman 5 sentimeter. Kerusakan terpantau pada tiga titik, yakni ruas Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan; Trans- Cilacap, Desa Karangsari; dan Siringdalam, Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang.

"Padahal jalan ini belum lama diperbaiki, ruas jalan provinsi di beberapa titik sudah mulai rusak. Apalagi saat ini musim hujan, jalan akan cepat rusak. Itu diduga karena kualitas pekerjaan buruk," kata Mulyono, warga Trans-Cilacap, Desa Karangsari, Kamis, 13 Februari 2020. 

Meski belum lama diperbaiki dengan tambal sulam, jalan nasional Simpang Pasuruan Bawah—Simpang Palas sepanjang kurang lebih 3 km juga sudah rusak. Banyak lubang di sepanjang jalan tersebut yang sangat berbahaya bagi kendaraan yang melintas, terutama sepeda motor.  

”Lubang-lubang tersebut berbahaya bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Motor dikhawatirkan bisa oleng bila melewati jalan itu. Apalagi kalau malam hari karena tak terlihat,” kata Teguh (46), warga Bakauheni, Kamis,  13 Februari 2020.

Kondisi serupa juga terjadi di jalan raya Kekiling, Kecamatan Penengahan, dan jalan raya pesisir Desa Banding dan Desa Rajabasa, Kecamatan Rajabasa. Beberapa titik ruas jalan itu berlubang dengan tingkat kerusakan berlainan.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar