#COVID-19#JAKARTA#KESEHATAN#MAL

Sejumlah Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pergi ke Mal

( kata)
Sejumlah Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Pergi ke Mal
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Foto : MI/Susanto.


Jakarta (Lampost.co) -- Aplikasi PeduliLindungi mendeteksi masih banyak masyarakat positif covid-19 berkeliaran di tempat-tempat umum, bahkan mencoba masuk mal. Kondisi itu menunjukkan fakta bahwa risiko terpapar covid-19 masih tetap tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengungkapkan, pusat belanja termasuk mal sudah memberlakukan dua lapis protokol kesehatan.

Terbukti, ribuan pengunjung positif covid-19 ditolak masuk ke mal, sehingga menandakan bahwa pusat belanja semakin aman.

Baca juga:Kunjungan Mal di Bandar Lampung Mulai Meningkat

Meski demikian, bukan berarti kita bebas risiko terpapar covid-19. Sebab, meski ditolak masuk mal, mereka masih dapat berkeliaran di tempat-tempat umum lainnya yang membahayakan keselamatan orang lain di sekitarnya.

Oleh karena itu, Perencana Keuangan sekaligus Financial Educator Lifepal, Aulia Akbar mengungkapkan beberapa hal masih perlu diperhatikan masyarakat jika terpaksa harus pergi ke pusat perbelanjaan.

Pertama, beri perlindungan terbaik dengan asuransi kesehatan.

Aulia mengatakan, penyakit bisa datang kapan saja dan kadang tanpa diduga, terlebih di masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini.

Menurutnya, memiliki asuransi kesehatan akan sangat meringankan biaya pengobatan dan perawatan. Sehingga secara tidak langsung dapat turut memelihara kesehatan serta melindungi finansial dan keluarga.

 Kedua, manfaatkan BPJS kesehatan untuk berobat jalan.

Hal itu dikatakan Aulia karena biaya kesehatan berpotensi menguras simpanan masyarakat yang tidak memiliki asuransi. Selain itu, saat masyarakat memiliki tabungan, terdapat risiko inflasi biaya kesehatan yang membebani di masa depan.

Oleh karena itu, penting untuk kita memiliki asuransi kesehatan. Namun, jika memang premi asuransi kesehatan terlalu mahal, setidaknya bisa memiliki BPJS Kesehatan terlebih dulu.

"Dengan BPJS Kesehatan, Anda bisa memanfaatkannya ketika harus menjalani proses rawat jalan," katanya.

Ketiga, jangan sampai tergoda memakai dana darurat.

Pusat perbelanjaan selama masa pandemi covid-19 ini banyak yang menawarkan program belanja hemat hingga promo-promo menarik yang bisa menggoda iman.

Jangan sampai tergoda jika memang tidak benar-benar membutuhkan produk yang ditawarkan. Apalagi, jika sampai menggunakan dana darurat yang sudah jauh-jauh hari disiapkan.

 

"Dana darurat bukan hanya untuk membayar segala bentuk kebutuhan yang bersifat mendadak saja, melainkan sebagai dana menyambung hidup jika penghasilan kita hilang atau berkurang," jelasnya.

Keempat, lindungi diri dan keluarga jika hal tak terduga terjadi.

Layaknya asuransi kesehatan yang harus dimiliki setiap keluarga, Aulia juga menuturkan, asuransi jiwa pun memiliki peranan penting dalam hidup. Asuransi jiwa berguna untuk investasi masa depan, terutama bagi keluarga dan anak-anak.

Terutama bagi pencari nafkah utama dan sudah memiliki tanggungan, penting bagi kita memiliki asuransi jiwa. Sebab, risiko hilangnya penghasilan bila pencari nafkah kehilangan kemampuan bekerja, baik karena kehilangan fungsi anggota tubuh atau meninggal dunia, cukup tinggi.

"Uang pertanggungan yang akan keluar dari polis asuransi jiwa akan menjadi bekal bagi keluarga yang ditinggalkan," ucapnya.

 Kelima, lebih baik belanja online.

Daripada berisiko terpapar covid-19 hanya untuk belanja keperluan sehari-hari dengan keluar rumah, lebih baik memanfaatkan belanja online atau daring.

Tidak hanya membeli fashion atau kebutuhan pribadi, belanja secara online menjadi solusi dan sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat untuk tetap berada di rumah demi menekan penyebaran virus korona. 

 

 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar