#hargagabah#ekbis#pertanian#beritametro

Sejumlah Faktor Jadi Alasan Turunnya Harga Gabah

( kata)
Sejumlah Faktor Jadi Alasan Turunnya Harga Gabah
Kepala DKP3 Kota Metro Hery Wiratno. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co): Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro menjelaskan terkait turunnya harga gabah pada musim panen gadu ketiga tahun 2020.

Kepala DKP3 Kota Metro Hery Wiratno menjelaskan angka normal harga gabah panen sebelumnya mencapai Rp4.300 ke atas per kilogramnya. Namun, hasil pantauan di lapangan saat ini terjual dengan harga Rp3.700 hingga Rp4.100 per kilogram.

Sementara untuk harga gabah kering simpan (GKS) saat ini pada kisaran Rp 4.500 per kg dan gabah kering giling mencapai Rp 5.200 per kg.

Dia menilai harga gabah turun pada musim gadu ketiga dikarenakan oleh sejumlah faktor. Pertama terkait cuaca, kemudian kebutuhan pangan di masa pandemi covid-19 agak berkurang yang berefek pada penjualan di pasar.

"Jadi memang ada beberapa faktor. Mulai dari cuaca, penjualan, termasuk hama. Memang betul sekarang hama tikus yang banyak dilaporkan. Karena bisa menyebabkan gagal panen," kata dia, Kamis, 5 November 2020.

Dia menjelaskan, hama tikus ini memakan batang padi hingga sebagian coklat dan mengering, sehingga hasil panen tidak maksimal. Namun demikian, secara keseluruhan panen musim gadu tahun ini cukup berhasil.

"Memang ada kendala, tapi kita termasuk berhasil. Karena persentase hasil panen di atas 80 persen. Nah, untuk panen gagal itu masuk asuransi jika kerugiannya sampai 80 persen. Tapi kalau masih 50 persen, itu belum mendapat asuransi gagal panen," kata dia.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar