#korupsi#beritalampung

Sejumlah Anggota DPRD Lamteng Disebut Terima Uang Pengesahan APBD

( kata)
Sejumlah Anggota DPRD Lamteng Disebut Terima Uang Pengesahan APBD
Korupsi. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah anggota DPRD Lampung Tengah (Lamteng) disebut menerima uang pengesahan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). 

Hal itu diungkap mantan Anggota DPRD Lamteng periode 2016-2019 dari Partai Gerindra, Ahmad Rosidi yang menjadi saksi dalam sidang kasus suap proyek Pemkab Lamteng atas terdakwa Mustafa, Kamis, 1 April 2021.

Selain mantan anggota legislatif itu, jaksa KPK juga menghadirkan saksi lainnya, yaitu Kadis Perindustrian Lamteng Nurihana dan M Bactiar Gunawan dari swasta.

Dalam kesaksiannya, Ahmad Rosidi mengatakan uang yang dibagikan kepada para anggota dewan dalam paripurna pengesahan pinjaman SMI jumlahnya beragam. Untuk ketua fraksi sebesar Rp48 juta, badan musyawarah Rp40 juta, dan anggota Rp20 juta.

Dia pun mengaku sempat menerima Rp48 juta dari Zainudin. "Tapi uang itu telah saya kembalikan," kata dia.

Saat mengambil uang tersebut, berkumpul jajaran ketua fraksi di kantor sekretariat salah satu partai. Selain menerima uang jatahnya, Ahmad juga membawa paket uang untuk anggota fraksinya, yaitu Ria Agusria, Zainul Abidin, Zainudin, Misro Haki, dan Heri Sugiato yang masing-masing mendapatkan Rp40 juta. 

Kemudian Firdaus Ali, Sofian, dan Slamet Widodo senilai Rp20 juta. "Total Rp268 juta sebagai dana ketok palu pengesahan APBD 2018 melalui Zainudin," ungkapnya.

Sementara untuk paripurna APBD 2017, Ahmad mengaku hanya menerima Rp5 juta dari jajaran eksekutif Lamteng.

Sementara itu, jaksa KPK, Taufiq Ibnugroho, mengatakan pihaknya juga mengagendakan Ketua DPD Gerindra Lampung, Gunadi Ibrahim, untuk hadir sebagai saksi. Namun, berhalangan hadir dengan mengirimkan surat keterangan sakit dari dokter.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar