#DanaDesa#BandarLampung

Sejahterakan Masyarakat Melalui Dana Desa

( kata)
Sejahterakan Masyarakat Melalui Dana Desa
Ilustrasi: Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co): Sejalan dengan program kerja pemerintah yakni membangun Indonesia dari pinggiran daerah dan desa, Kanwil DJPb Provinsi Lampung menjalankan pengalokasian dana desa dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Sesuai dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 pengalokasian dana desa pada APBN terus alami kenaikan cukup signifikan dan untuk tahun 2020 telah mencapai Rp71,19 triliun dengan jumlah desa 74.953 desa.

"Dana desa merupakan dana yang diperuntukkan bagi desa untuk membiayai penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat,"  kata Kanwil DJPb provinsi Lampung Agus Sujiana, Senin, 7 Desember 2020.

Adapun alokasi anggaran dan realisasi penyaluran dana desa berdasarkan beberapa aspek diantaranya alokasi dasar dengan komposisi pagu dihitung sebesar 69% dari anggaran dana desa.

Ada juga alokasi afirmasi besaran 1,5% dari anggaran dana desa dibagi secara proporsional kepada desa tertinggal dan desa sangat tertinggal dengan penduduk miskin tinggi.

"Selain itu juga alokasi kinerja dengan alokasi sebesar 1,5% dari anggaran dana desa dibagi kepada desa dengan kinerja terbaik capaian hasil dan bobot pengelolaan keuangan dijumlah sebanyak 20% dan dana desa 20%, capaian desa 25%, serta capaian hasil pembangunan desa 35," paparnya.

Kemudian, alokasi formasi dengan pagu alokasi sebesar 28% dari anggaran yang dibagi berdasarkan jumlah penduduk desa, angka kemiskinan desa, luas wilayah desa hingga tingkat kesulitan geografis dengan bobot 10%, untuk jumlah penduduk 50%, untuk angka kemiskinan 15%, untuk wilayah desa 25% atau tingkat kesulitan geografis.

Adapun alokasi Pagu Dana Desa pada APBN dilakukan mulai 2015 dimana hal tersebut dilakukan pertama kali dengan alokasi sebesar Rp20,8 triliun, tahun 2016 sebesar meningkat Rp47 triliun, tahun 2017 dan 2018 sebesar Rp60 triliun, tahun 2019 sebesar Rp70 triliun dan pada 2020 mendapat alokasi pagu sebesar Rp71,2 triliun.

"Penyaluran dana desa dilakukan dengan tiga tahap yakni tahap pertama 20%, tahap kedua 40%, dan tahap ketiga 40%. Pada tahun 2020 ini tahapan penyaluran ada dua kategori yakni desa yang kinerjanya baik dilakukan dua tahap dan desa biasa dilakukan tiga tahap. Penyaluran tersebut langsung dari rekening kas umum negara ke rekening kas desa," ujarnya.

Ia menjelaskan manfaat dari dana desa ini di antaranya meningkatkan pembangunan di desa, menumbuhkan perekonomian, menahan laju urbanisasi hingga dengan adanya dana desa bagian dari masyarakat desa yang turut berpartisipasi dalam pembangunan. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar