pilresAStrumpbiden

Sehari Jelang Pilpres AS, Biden Masih Unggul Atas Trump

( kata)
Sehari Jelang Pilpres AS, Biden Masih Unggul Atas Trump
Joe Biden (kiri) dan Donald Trump. (Foto: AFP)


Washington (Lampost.co) -- Joe Biden masih diprediksi akan berjaya dalam pemilihan umum presiden Amerika Serikat hingga Senin, 2 November atau satu hari menjelang hari pemilihan pada Selasa, 3 November 2020 waktu AS. Berdasarkan sejumlah jajak pendapat terakhir yang keluar pada Senin, capres dari Partai Demokrat itu masih berjaya atas petahana Donald Trump di level nasional.

 

Namun untuk beberapa negara bagian kunci, keunggulan Biden dengan Trump hanya terpaut tipis.

Survei di situs fivethirtyeight.com memperlihatkan Biden unggul 8,4 poin dari Trump. Sementara Real Clear Politics menunjukkan keunggulan 6,7 poin.

Performa yang lebih baik diperlihatkan Trump di beberapa negara bagian krusial yang dibutuhkannya untuk melaju ke periode kedua. Di Florida, salah satu negara bagian swing states, Biden hanya unggul 1,7 poin dari Trump berdasarkan rata-rata dari kumpulan jajak pendapat terbaru.

Jajak pendapat terakhir dari Reuters/Ipsos pada Senin petang juga memperlihatkan keunggulan tipis Biden atas Trump di Florida, North Carolina, dan Arizona. Di level nasional, jajak pendapat tersebut memperlihatkan Biden unggul 52 persen dibanding Trump di angka 44 persen.

Dilansir dari Guardian, sejumlah analis sepakat Trump harus berjaya di Florida, negara bagian yang ia menangkan atas Hillary Clinton dengan selisih 1,2 poin pada 2016. Jika Florida diraih Trump, maka ia bisa meraup total 29 suara electoral college yang dapat menjadi penentu kemenangan.

Seperti Trump, Biden juga harus berjaya di Florida untuk memastikan kemenangan tercepat menuju kursi Gedung Putih. Pemungutan suara awal di Florida akan dihitung sepanjang Selasa, dan kedua kandidat berpotensi mendeklarasikan kemenangan di negara bagian itu pada malam hari atau menjelang dini hari.

Jika Biden kalah di Florida, perhatian akan tertuju ke Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin -- tiga negara bagian "Demokrat" yang direbut Trump empat tahun lalu.

Winarko







Berita Terkait



Komentar