#tajuklampungpost#virus-corona#covid-19#bansos

Segera Salurkan Bansos

( kata)
Segera Salurkan Bansos
Ilustrasi Pixabay.com


DUA hari lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan serangan korona jenis baru sebagai bencana nasional. Sebagai tindak lanjut status bencana nasional, Presiden menginstruksikan seluruh bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak korona harus mulai disalurkan pada pekan ini.

Sebelumnya, pemerintah menambah belanja APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk penanganan Covid-19. Di antara belanja itu, terdapat Rp110 triliun yang akan dialokaskan untuk perlindungan sosial. Di antara bantuan sosial itu antara lain bansos untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dengan kenaikan jumlah penerima dari 9,2 juta menjadi 10 juta dan besaran bantuannya dinaikkan 25%.

Selain itu, jumlah penerima Kartu Sembako juga ditambah dari 12,5 juta menjadi 20 juta dengan kenaikan nilai 30% dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu. Kemudian, insentif melalui Kartu Prakerja dengan total anggaran Rp20 triliun. Pemerintah Pusat juga memberikan bansos tunai kepada warga yang tidak menerima bansos PKH dan bansos sembako. Bantuannya senilai Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan.

Di Lampung, pada Januari lalu Dinas Sosial melansir data PKH sekitar 435 ribu keluarga. Data tersebut fluktuatif mengingat perluasan PKH 2019 belum seluruhnya masuk database. Percepatan penyaluran bansos dalam situasi ini dapat dinilai tepat.

Status tanggap darurat dan pembatasan sosial yang diberlakukan di Lampung jelas membuat roda ekonomi tidak berjalan normal. Kalangan dunia usaha mulai merasakan dampaknya. Berbagai hotel dan penginapan terpaksa tutup karena sepi pengunjung. Demikian pula sejumlah pasar swalayan berikut ratusan outlet yang berada di dalamnya.

Usaha kuliner, restoran, dan katering juga sepi. Semua jenis acara seremonial dan berbagai pesta, termasuk pernikahan, dibatalkan. Bisnis katering nyaris diam di tempat. Destinasi wisata yang biasanya selalu padat pengunjung kini sepi. Bahkan, ada pengusaha yang menutup total kawasan wisata miliknya.

Di bidang perkebunan dan perikanan, hampir seluruh harga komoditas ekspor kini anjlok. Petani karet dan udang vaname merasakan betapa derasnya virus korona menghantam sumber penghasilan mereka. Lebih mengkhawatirkan lagi, di Lampung ada ribuan pekerja yang mulai dirumahkan. Mereka pun tidak sendiri karena harus menghidupi seluruh keluarga.

Itu sebabnya, penyaluran bansos memang harus dipercepat. Jangan lagi tertunda-tunda sebab situasi saat ini sudah sangat mendesak. Semua tentu berharap badai korona ini segera reda, tetapi tidak menutup kemungkinan semakin kencang hingga puncak penyebaran virus yang diprediksi Mei—Juni mendatang.

Semua pihak yang memiliki wewenang dalam penyaluran dana pun hendaknya bekerja cepat. Sekarang inilah saatnya membenamkan tradisi lama menunda-nunda penyaluran dana pusat dengan dalih birokrasi. Pun, penyaluran bansos jangan melenceng dari target. Berpikir cepat, bersikap cermat, dan bekerja tepat.

Bambang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar