#Gubernur

Satukan Persepsi dan Langkah Tingkatkan Kinerja Inovasi Perkebunan

( kata)
Satukan Persepsi dan Langkah Tingkatkan Kinerja Inovasi Perkebunan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat Rapat Koordinasi Lingkup Perkebunan se-Provinsi Lampung, di Taman PKK Agropark, Lampung Selatan, Selasa, 2 Januari 2021.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran stakeholder terkait terus menyatukan persepsi dan langkah untuk meningkatkan kinerja serta inovasi di sektor perkebunan. Perkebunan menjadi potensi yang terus dikembangkan untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.

Guna meningkatkan sektor perkebunan, Gubernur Lampung Arinal telah menetapkan beberapa Program Utama Pembangunan Sub Sektor Perkebunan dengan sasaran peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui Program Kartu Petani Berjaya (KPB); Revitalisasi Lada; dan Peningkatan Produktivitas Tanaman Perkebunan Unggulan lainnya.

Gubernur Arinal mengatakan pembangunan perkebunan menunjukkan hasil yang cukup berarti dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia menilai peran Provinsi Lampung tersebut cukup besar terhadap pendapatan produk domestik regional bruto (PDRB), penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, dan perolehan devisa negara.

"Hal itu dicapai melalui kegiatan ekspor hasil perkebunan dan menjaga kelangsungan program ketahanan pangan nasional," kata Arinal dalam acara Rapat Koordinasi Lingkup Perkebunan se-Provinsi Lampung, di Taman PKK Agropark, Lampung Selatan, Selasa, 2 Januari 2021.

Oleh karena itu, melihat peran dan kontribusinya, maka strategi pembangunan sub sektor perkebunan perlu terus ditingkatkan melalui peluang investasi dan penciptaan atau pengembangan areal penanaman baru, sehingga dapat meningkatkan produksi secara nasional.

Arinal menceritakan pada tahun 2020, kinerja perkebunan Provinsi Lampung terutama untuk komoditas kopi, lada dan tebu cukup membanggakan dengan mampu menempati   peringkat dua Nasional dalam hal pencapaian produksi,  adapun produksi total meningkat sebesar 126,51%. Hal tersebut cukup membanggakan dan harus terus dipertahankan.

Akibat dampak pandemi covid-19 berpengaruh pada penganggaran program dan kegiatan pembangunan, termasuk pembangunan perkebunan. Untuk kegiatan yang bersumber dari pendanaan APBN dari semula Rp24 miliar turun menjadi Rp 11 miliar,  Sedangkan yang bersumber dari APBD Belanja Langsung yang semula Rp10 miliar turun menjadi Rp6 miliar.

"Penurunan anggaran tersebut berbanding terbalik jika dibandingkan dengan kinerja produksi perkebunan rakyat tahun 2020. Angka sementara tahun 2020 menunjukkan kenaikan kinerja produksi perkebunan rakyat sebesar 126,51% dari tahun 2019," katanya.

 

Winarko







Berita Terkait



Komentar