#tki#pesisirbarat

Satu TKI Asal Pesisir Barat Hendak ke Malaysia Tahun Ini

( kata)
Satu TKI Asal Pesisir Barat Hendak ke Malaysia Tahun Ini
Nama-nama tenaga kerja asal Pesisir Barat yang telah dan akan bekerja di luar negeri dari 1 Januari 2022 sampai 19 Juli 2022. (Foto: Disnakertrans Pesisir Barat)


Krui (Lampost.co) -- Pemerintah Indonesia menyetop penyaluran tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak pada TKI yang akan bekerja ke negara tersebut dan negara lain yang menjadi tujuan para pekerja asal Indonesia. Meski demikian, ada satu tenaga kerja wanita (TKW) asal Pesisir Barat yang hendak bekerja Malaysia. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pesisir Barat, Sukmawati, mengungkapkan berdasarkan Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri (Siskotkln) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) saat ini ada satu perempuan asal Pesisir Barat yang hendak bekerja ke Malaysia. 

"Tetapi posisinya sudah berangkat atau belum kami belum tahu. Karena baru rekomendasi untuk menjadi TKI di Malaysia. Dari Wayharu, Kecamatan Bangkunat, berinisial RH (21 tahun) dan perempuan," kata dia di ruang kerja, Selasa, 19 Juli 2022.

Menurut Sukmawati, dengan aturan yang ditetapkan oleh pusat tersebut, pihaknya juga akan menerapkan hal serupa terhadap TKI Pesisir Barat yang akan bekerja ke Malaysia. 

"Yang jelas kami mengikuti regulasi yang ditetapkan pusat. Dasarnya harus ada surat edaran dari BP2MI pusat atau dari Kemenlu. Karena kalau sebatas pernyataan, kami gak berani melarang. Syukur-syukur kalau ada SK atau Kepmen dari pusat," ujar Sukmawati. 

Menurutnya, ada delapan orang asal kabupaten itu yang terdaftar di Sisko TKLN, bekerja, dan telah bekerja di luar negeri dari awal tahun 2022 hingga hari ini. Perinciannya, ke Taiwan lima orang, Singapura satu orang, Hongkong satu orang, dan Malaysia satu orang atas nama RH. 

"Yang posisinya masih direkom (rekomendasi) saja, ada dua orang yaitu RH ke Malaysia dan IS ke singapura. Posisinya mereka berdua masih direkom saja. Rata-rata yang berangkat bekerja ke luar negeri masih dalam usia produktif," kata Sukmawati.

Baca juga: Cuma Sembilan TKI Asal Pesibar yang Terbang ke Luar Negeri Selama 2020

Dia menjelaskan tenaga kerja itu rata rata ke Malaysia bekerja pada sektor rumah tangga atau perkebunan. Demikian pula ke Taiwan bekerja di sektor nonformal seperti asisten rumah tangga. Namun, kalau yang ukuran bekerja ke negara-negara Eropa atau Korea rata rata mereka bekerja di industri.

Pihaknya mengimbau untuk meminimalisasi pelanggaran hukum dan hal negatif lain yang merugikan tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.

"Gunakan jalur resmi pemantauan dan agensi yang bertanggungjawab dapat terpantau oleh pemerintah melalui BP2MI. Kami tidak berharap terjadi hal hal yang tidak inginkan. Kalau jalur resmi, risiko juga bisa diminimalkan," ujar Sukmawati.

Menurutnya, mayoritas TKI asal Pesisir Barat yang bekerja di luar negeri berasal dari Kecamatan Ngambur. 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar