korupsikejati

Satu Saksi Tak Penuhi Panggilan Kejati

( kata)
Satu Saksi Tak Penuhi Panggilan Kejati
Korupsi benih jagung. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kejaksaan Tinggi Lampung memanggil 3 saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan benih jagung yang dikucurkan melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Lampung tahun anggaran 2017 lalu.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung, Andre W Setiawan mengatakan Bidang Pidsus Kejati Lampung kali ini melakukan pemeriksaan saksi terhadap Kadis Pertanian Lampung Timur dan Kadis Pertanian Lampung Utara, Rabu 20 Januari 2021. Pemeriksaan kedua saksi ini merupakan tahap penyidikan guna mengusut kasus dugaan korupsi benih jagung.

"Dua orang saksi hadir memenuhi undangan kami dan satu orang saksi yang belum datang yaitu Kadis Pertanian Kota Bandar Lampung," ujarnya.

Sehari sebelumnya, lanjut dia, penyidik Kejati juga mengambil keterangan 2 saksi dalam perkara tersebut, yakni penyedia barang dan UPT yang memberikan rekomendasi. Sehingga kini Kejati telah memeriksa 14 saksi dan 1 saksi ahli atas kasus yang menelan anggaran sekitar Rp140 miliar tersebut.

Untuk kerugian negara yang dialami sedang dalam proses audit. "Dari anggaran Rp140 miliar ini dipecah dalam beberapa kontrak," kata Andre.

Selain memanggil saksi dalam perkara ini, Kejati Lampung juga memeriksa 3 orang saksi dalam tahap penyidikan kasus Minerba Lampung Selatan. Para saksi yang dipanggil adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dari BPPRD.

Kemudian, memanggil 1 saksi dalam penyidikan perkara LJU dan 4 saksi berstatus ASN dalam penyidikan dugaan gratifikasi Inspektorat Lampung Selatan.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar