#pengadilan#pembunuhan

Satu Peleton Polisi Amankan Sidang Pembunuhan Warga Anak Tuha

( kata)
Satu Peleton Polisi Amankan Sidang Pembunuhan Warga Anak Tuha
Polres Lampung Tengah menerjunkan satu peleton anggota gabungan untuk mengamankan sidang putusan kasus pembunuhan Abdul Rahman dan Edison Raka, di Pengadilan Negeri Gunungsugih, Senin, 11 Oktober 2021. Istimewa


Gunungsugih (Lampost.co) -- Polres Lampung Tengah menerjunkan satu peleton anggota gabungan untuk mengamankan sidang putusan kasus pembunuhan Abdul Rahman dan Edison Raka, di Pengadilan Negeri Gunungsugih, Senin, 11 Oktober 2021. Dalam sidang tersebut sebanyak tujuh terdakwa dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

"Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Lampung Tengah menurunkan satu peleton sekitar 31 personel yang terdiri dari Sat Sabhara, Reskrim, Intel, dan Polwan. Karena dari dua belah pihak banyak hadir ibu-ibu dan anak-anak juga," kata dia.

Baca juga: Keluarga Korban Duga Pembunuhan di Anak Tuha Direncanakan

Pihaknya bersyukur jalannya persidangan berjalan dengan aman dan lancar. Diketahui sidang perkara pembunuhan Abdulrahman dan Edison Raka, warga Kampung Bumi Aji dan Haji Pemanggilan, Kecamatan Anak Tuha, memakan waktu yang cukup panjang.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Restu ikhlas, memutuskan 7 terdakwa dinyatakan bersalah dan divonis 12 tahun kurangan penjara di Pengadilan Negeri Gunungsugih.

"7 terdakwa telah melanggar pasal 338 ayat 1 kitab undang-undang pidana juncto pasal 55 ayat 1/ dan dijatuhi hukuman 12 tahun kurungan penjara," kata Humas PN Gunungsugih, Aristian Akbar.

Ia menambahkan ke-7 terdakwa yakni Ali Bastari, Hasan Basri, Wahid, Ahmad Yunus, Harun, Zulkifli, dan Yulianto, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah atas tindak pidana bersama-sama melakukan pembunuhan.

Sementara itu, kuasa hukum korban, Debi Oktaria, mengapresiasi hasil putusan PN Gunungsugih yang telah memberi vonis kepada 7 terdakwa dengan seadil-adilnya.

"Kami sangat mengapresiasi kepada Pengadilan Negeri dan Kejaksaan, bahwa keadilan masih ada di Kabupaten Lampung Tengah. Terkait banding kami dari korban akan mengawal terus proses sampai mana pun," tutup Debi.

Winarko







Berita Terkait



Komentar