#beritalampung#beritabandarlampung#gengmotor#kriminal

Satu Pelajar Jadi Korban Salah Sasaran Geng Motor

( kata)
Satu Pelajar Jadi Korban Salah Sasaran Geng Motor
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung Ipda Gunawan saat menunjukkan motor yang diamankan. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co): Anggota geng motor kembali berulah di Jalan P. Emir M. Noer, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, pada Selasa, 4 Oktober 2022. Akibatnya satu orang remaja berinisial A mengalami luka ringan akibat dipukuli oleh sesama pelajar.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung, Ipda Gunawan, mengatakan sekelompok remaja mengendarai sepeda motor membawa senjata tajam, gear motor, dan lainnya melakukan pengeroyokan kepada korban.

Gunawan menerangkan pengeroyokan itu terjadi dikarenakan anggota geng motor salah sasaran. Berawal dari sekelompok pelajar sudah lebih dulu menunggu musuhnya di lokasi kejadian.

Baca juga:  Belum Setahun, Trotoar Senilai Rp6,9 M di Bandar Lampung Sudah Rusak

"Kebetulan korban ini lewat sana pake baju kakaknya dari SMA lain. Dikira mereka musuh," katanya, Rabu, 5 Oktober 2022.

Kemudian, korban yang mengendarai sepeda motor dihadang dan dikeroyok oleh sekelompok pelajar hingga mengalami luka.

"Dugaannya mereka ini sudah menunggu musuhnya di lokasi, ada yang membawa gear motor dan sajam lainnya," katanya.

Setelah dipukuli, lanjut Gunawan, rekan-rekan korban yang berjumlah lima orang datang menghampiri korban dengan niat untuk menyelamatkan korban. 

"Sepertinya belum sempat bentrok, karena kami lebih dulu datang. Yang pelaku pada kabur, sementara korban dan rekan-rekannya kita amankan," katanya.

Saat dimintai keterangan mereka mengaku hanya menjadi korban, tidak ada niat untuk tawuran. Sehingga polisi melepaskan kedelapan remaja, satu diantaranya korban.

"Setelah kita ke lokasi dan menghidupkan sirine polisi, puluhan pelajar itu membubarkan diri," katanya.

Para terduga pelaku berhasil kabur. Sehingga pihaknya hanya mengamankan delapan orang remaja yang menjadi korban pengeroyokan beruinisial A, MA, DM, AS, AK, AY, I, dan AS

"Mereka delapan ini satu sekolah SMA di Bandar Lampung. Dan semalam sudah kita bebaskan dengan dijemput orang tuanya," ujarnya.

Selain itu, empat unit motor juga ikut diamankan karena belum melengkapi bukti kepemilikan.

Adi Sunaryo








Berita Terkait



Komentar