covid-19tubaba

Satu Pasien Reaktif Covid-19 di Tubaba Uji Swab

( kata)
Satu Pasien Reaktif Covid-19 di Tubaba Uji Swab
RSUD Tubaba menjadi lokasi tempat pasien covid-19 dirawat dan isolasi. Lampost.co/Merwan

Panaragan (Lampost.co) -- Tim medis gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) menguji swab terhadap E, 49, warga Kibang Yektijaya, Lambukibang. E sebelumnya reaktif covid-19 berdasarkan hasil rapid test.

Sample uji swab E sudah dikirim ke laboratorium RSUD Tulangbawang. Hasil uji akan diketahui, Rabu 22 Juli 2020.

E merupakan pasien tracking dan screening terhadap 20 warga dari pasien positif Covid-19 berinisial S, 42. S juga warga Kibang Yektijaya. Keduanya sudah diisolasi di RSUD Tubaba sejak Sabtu 18 Juli 2020. E dan S sama-sama memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

"Tim medis sudah mengambil sample uji swab terhadap E. Hasilnya diketahui dua hari mendatang," ungkap Kadis Kesehatan Tubaba, Majril, Senin 20 Juli 2020.

Terkait muncul kasus baru tanpa gejala tersebut, Majril berharap masyarakat dapat terus mematuhi protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan di luar rumah.

"S merupakan positif covid-19 kelima yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Jakarta dan E merupakan penyalur tenaga kerja ke Jakarta. Artinya, kita harus terus waspada terhadap warga yang datang dari daerah zona merah Covid-19," ungkapnya.

Untuk menghindari penyebaran, kata dia, kedua pasien tersebut sudah diisolasi di ruang khusus Covid-19 di RSUD Tubaba. Meskipun belum ditetapkan pasien positif covid-19, E wajib menjalani isolasi karena dia merupakan penyalur pembantu rumah tangga yang seperjalanan dengan S dari Jakarta. 

"S dinyatakan positif covid-19 setelah hasil uji swab yang dikirim ke laboratorium RSUD Tulangbawang menyatakan SH postif terjangkit covid-19, Sabtu, 18 Juli 2020. SH akan kembali diuji swab sepekan setelah dinyatakan positif,"ujarnya

Bahkan, kata dia, untuk melakukan penerapan kebijakan adaptasi kebiasaan baru (AKB) alias new normal, pemkab akan menerbitkan peraturan bupati terkait dengan protokol kesehatan yang wajib di patuhi masyarakat.

Protokol kesehatan tersebut, lanjutnya, meliputi tempat ibadah, tempat wisata, pendidikan, transportasi, lingkungan kantor dan kegiatan sosial termasuk kegiatan pesta pernikahan. 

"Setelah perbup tentang protokol kesehatan terbit, jika masyarakat tidak patuh akan mendapatkan sanksi jika tidak mematuhi AKB diluar rumah diantaranya wajib makai masker dan jaga jarak," paparnya. 

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar