#beritalampung#beritalampungterkini#hibahkaming#kambing#ternak

Satu Kambing Hibah Dinas Peternakan Lampung di Bumirestu Mati Dua Hari Usai Diterima

( kata)
Satu Kambing Hibah Dinas Peternakan Lampung di Bumirestu Mati Dua Hari Usai Diterima
Bantuan hibah ternak kambing dari Dianas Peternakan Lampung yang baru diturunkan dari kendaraan yang akan dimasukkan ke kandang milik kelompok ternak Restu Abadi, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, beberapa hari yang lalu. Dok


Kalianda (Lampost.co) -- Satu ekor ternak kambing milik Kelompok Ternak Restu Abadi, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, mati. Padahal, kambing yang merupakan hibah dari Dinas Peternakan Lampung itu baru diterima kelompok ternak setempat.

Ketua Kelompok Ternak Restu Abadi, Sutikno, mengungkapkan hal itu saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu, 9 Oktober 2022. Dia mengaku kelompoknya menerima bantuan hibah 20 ekor ternak kambing dari Dinas Peternakan Lampung.

Baca juga: Harga Pupuk dan Obat Pertanian di Lamteng Naik 

"Kami menerima ternak kambing, terdiri dari 18 ekor betina dan dua ekor jantan. Namun, satu ekor betina mati satu hari usa kami terima bantuan ternak tersebut," kata dia.

Dia menjelaskan, sebelum mati kambing itu tidak mau makan sejak turun dari kendaraan pada Kamis, 6 Oktober 2022. Bahkan, saat pendistribusian ke lokasi semua ternak kambing kehujanan.

"Ya, mungkin karena kelelahan sama kehujanan. Bahkan, ternak kambing itu kehujanan dari Pesawaran hingga keliling ke Kecamatan Way Panji dulu," ujarnya diamini pengurus kelompok lainnya, Andi Hidayat.

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Puskeswan Kecamatan Palas-Sragi, Wartono mengatakan pihaknya belum menerima laporan adanya kematian ternak kambing tersebut. Dia mengaku bantuan itu dari Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim.

"Itu bantuan dari provinsi, Mas. Hingga saat ini belum ada laporannya. Tapi, tadi petugas kami sudah cek langsung untuk memastikannya. Kemungkinan besok saya turun mau pantau langsung supaya dibuatkan berita acara kematian ternak bantuan itu," katanya.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar