#pencuri#Meraksaaji#kriminal

Satroni Rumah Mewah di Meraksaaji, Pencuri Gasak Rp400 Juta dan 50 Gram Emas

( kata)
Satroni Rumah Mewah di Meraksaaji, Pencuri Gasak Rp400 Juta dan 50 Gram Emas
Caption: Korban Muhtadi saat diwawancarai di depan rumahnya. (Lampost.co/Ferdi Irwanda).

Menggala (Lampost.co) -- Sebuah rumah mewah di Kampung Karyabhakti, Kecamatan Meraksaaji, Tulangbawang disatroni maling. Pelaku berhasil menggasak uang ratusan juta dan perhiasan emas.

Korban Muhtadi mengatakan, aksi pencurian terjadi saat rumah dalam keadaan kosong, lantaran dirinya sedang berada di Solo, Jawa Tengah. Muhtadi mengetahui menjadi korban pencurian saat diberi tahu adiknya Lihin.

 "Sangat terkejut sekali saat adik saya Lihin memberitahukan sekitar pukul 15.00 WIB. Saat saya baru pulang dari Solo, bahwa rumah di bobol maling," kata Muhtadi, Selasa, 22 Januari 2020.

Dia menjelaskan, pelaku diperkiran masuk ke rumah berlantai dua itu dengan menggunakan tangga melalui sisi belakang rumah. Kemudian pelaku, menjebol jendela di lantai ll dengan cara mencongkel teralis jendela.

"Kerugian uang Rp400 juta lebih, dan gelang emas 50 gram," kata Muhtadi yang berprofesi guru.

Kapolsek Gedungaji Iptu Suhardi membenarkan peristiwa pencurian yang terjadi di wilayah hukumnya. Menurut Suhardi, setelah mendapatkan laporan korban, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Iya, kemarin kejadiannya korban sudah laporan. Semalam sudah mendatangkan inafis," ujar Suhardi.

Suhardi enggan berspekulasi terkait jumlah pelaku maupun adanya keterlibatan orang dekat korban dalam aksi pencurian yang menggasak uang ratusan juta itu. Ia mengaku, pihaknya kini tengah melakukan penyelidikan.

"Masih dalam lidik. Di rumah korban juga enggak ada CCTV. Untuk sementara kerugian uang tunai Rp400 juta lebih dan emas 50 gram yang disimpan di kamar korban. Rumah korban juga diacak-acak," kata dia.

Kepala Kampung Karyabhakti, Kecamatan Meraksa Aji, Aris menjelaskan, aksi pencurian terjadi di RT 3 RK 1. Menurut dia, aksi pencurian yang terjadi sangat mengejutkan warga lantaran korban mengalami kerugian dengan jumlah besar.

"Kalau yang ekstrim baru kali ini, karena nominalnya besar dan beliau lagi mengobatkan anaknya di Solo. Jadi sengaja tahu kalau yang punya rumah lagi enggak ada," kata dia.

Setiaji Bintang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar