#narkoba#kriminal

Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung Dituding Tutupi Hasil Operasi Antik

( kata)
Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung Dituding Tutupi Hasil Operasi Antik
Mapolresta Bandar Lampung. Lampost.co/Salda


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) pertanyakan kinerja Satresnarkoba Polresta Bandar Lampung dalam mengungkap kasus peredaran narkotika selama operasi antik krakatau 2022.

Pasalnya, sejak berakhir 31 Maret 2022, hasil kegiatan tersebut belum diumumkan.

"Seharusnya Satresnarkoba terbuka terhadap publik hasil Operasi Antik Krakatau agar tidak menimbulkan kecurigaan dan mempertanyakan kinerja mereka," kata Ketua Granat Kota Bandar Lampung, Ginda Ansori, Selasa, 5 April 2022.

Apalagi, di masa covid-19 peredaran narkotika semakin mengkhawatirkan. Peredaran narkotika saat ini menyasar pelajar hingga orang tua dan ibu-ibu. Hal itu perlu dicegah kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) serta seluruh lapisan masyarakat guna menindak tegas pengedar narkotika.

"Tentu pencegahan sangat penting dan aparat penegak hukum memanfaatkan operasi antik krakatau yang menyasar peredaran narkotika untuk mencegah jangan sampai meluas," katanya.

Kasat Narkoba Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, mengatakan saat ini belum bisa menyampaikan hasil kegiatan tersebut ke publik karena masih banyak kegiatan.

"Besok rencana mau pemusnahan di Polda Lampung. Kami juga masih banyak kegiatan jadi belum bisa di sampaikan. Nanti dikabari lagi," kata Gigih.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar