#penganiayaan#beritalampung

Satpol PP Razia Anak Punk

( kata)
Satpol PP Razia Anak Punk
Ilustrasi anak punk.Antara/Rony Muharrman


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandar Lampung merazia anak punk yang kerap meresahkan masyarakat. Bahkan, anak jalanan itu melakukan pemukulan terhadap warga yang enggan memberikan sejumlah uang.


Kasatpol PP Bandar Lampung, Suhardi Syamsi, mengatakan anak punk memiliki tempat berpindah-pindah.

"Mereka ini pindah-pindah tempat mangkal. Ketika kami ke tempat yang diduga ada mereka, ternyata pergi tidak menetap lagi," kata Suhardi, Minggu, 10 Oktober 2021.

Menurut dia, pihaknya setiap hari melakukan penertiban, baik pedagang yang melanggar aturan, manusia gerobak, anak punk, dan lainnya.

Pihaknya juga akan berkordinasi dengan Polresta Bandar Lampung dan Dinas Sosial untuk menentukan langkah selanjutnya jika mengamankan anak-anak punk.

"Kalau ada indikasi pidana kami serahkan ke Polresta, jika tidak kami koordinasi dengan Dinsos untuk dilakukan pembinaan dan pendataan serta sosialisasi kepada mereka," katanya.

Untuk menangani anak punk itu juga, pihaknya pun tidak memiliki panti untuk menampung anak-anak punk. Sementara, pihaknya juga tidak ingin menggabungkan anak punk ke panti remaja tidak mampu dan memiliki keinginan keterampilan.

"Kalau mereka digabung sama anak-anak panti remaja, takutnya nanti menggangu kenyamanan anak binaan keterbatasan ekonomi," katanya

Sebelumnya, seorang warga, Riki Sianggih Wijaya (28) menjadi korban pengeroyokan sekelompok anak punk di Jalan Majapahit Enggal, Taman Gajah, Jumat malam, 8 Oktober 2021, sekitar pukul 23.00 WIB. Warga Kemiling itu dianiaya karena tidak diberi uang.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar