#PSK#Waria
Operasi Pekat

Satpol PP Bandar Lampung Kembali Garuk PSK dan Waria

( kata)
Satpol PP Bandar Lampung Kembali Garuk PSK dan Waria
Petugas Satpol-PP Bandar Lampung usai lakukan razia rutin dan pendataan terhadap pekat, Rabu (13/11). Dok Satpol-PP Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satpol PP Kota Bandar Lampung kembali menjaring sebanyak 12 orang pelaku penyakit masyarakat (pekat) di wilayah Bandar Lampung pada razia rutin yang dilaksanakan pada Selasa 12 November 2019, malam.

"Iya kita kembali lagi menjaring tadi malam sebanyak tujuh PSK, empat waria, dan satu pengemis," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kasat Pol-PP Bandar Lampung Suhardi Syamsi, Rabu 13 November 2019.

Baca juga:Operasi Pekat, Satpol-PP Bandar Lampung Amankan PSK dan Waria

Suhardi mengungkapkan, salah satu PSK dijemput oleh anaknya dikarenakan hendak berangkat sekolah. Sehingga petugas memulangkan PSK agar dapat mengantar anaknya sekolah.

"Atas dasar pertimbangan kemanusiaan tadi langsung kita suruh pulang," ungkapnya.

Pada operasi razia rutin kali ini dilaksanakan di beberapa titik yakni Jalan Yos Sudarso, JalanSoekarno Hatta, JalanKartini, ada juga di sekitaran PKOR Way Halim.

"Setelah mereka kita amankan kita data, diberikan sarapan, dan diantarkan ke Dinsos kota untuk tindaklanjutnya karena sudah menjadi kewenangannya," jelasnya.

Jumlah pelaku pekat yang sempat terjaring beberapa pekan terakhir yaitu sebanyak 14 orang, 7 (tujuh) orang dan pada hari ini sebanyak 12 orang.

Jika kita melihat pendataan memang ada empat orang yang sudah sering terjaring oleh operasi atau penertiban Pol PP tersebut.

"Kita memang mendata dan berikan pengarahan serta diharapkan tidak diulangi lagi. Untuk pembinaan lebih lanjut tentunya Pol PP tidak memiliki kewenangan di situ," tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya telah koordinasikan dengan Dinsos kota Bandar Lampung sebagai OPD yang memiliki tanggungjawab dalam hal pembinaan terhadap mereka-mereka yang secara aturan sering menimbulkan ketidaktertiban.

Dirinya berharap kedepannya yang memberikan pembinaan lebih lanjut tentunya dapat berkoordinasi dengan dinas terkait misalnya Dinsos provinsi dan seterusnya.

"Dengan pembinaan secara berkelanjutan dengan memberikan keterampilan dan seterusnya tentunya sangat besar potensi mereka bisa berubah dari profesi sekarang ini," pungkasnya.

Winarko



Berita Terkait



Komentar