#BERITALAMPUNGTIMUR#SATPAM#PENGAMANAN

Satpam Pasar di Lamtim Pertanyakan Penurunan Insentif

( kata)
Satpam Pasar di Lamtim Pertanyakan Penurunan Insentif
Belasan satpam pasar di Lamtim mempertanyakan masalah penurunan insentif sebelum berdialog dengan Pj Sekkab Lamtim Tarmizi, Senin (15/3/2021). (Foto:Lampost.co/Djoni Hartawan Jaya)


Sukadana (Lampost.co) - Belasan Satpam dari pasar kecamatan se-Lampung Timur mempertanyakan masalah penurun drastis insentif mereka dari Rp750 ribu menjadi Rp350 ribu terhitung sejak Januari 2021. Mereka langsung mendatangi kantor bupati Lampung Timur(Lamtim), Senin, 15 Maret 2021.


Perwakilan Satpam Pasar, Ariza Putra, menjelaskan, sebelumnya insentif mereka tidak ada masalah yaitu Rp750 ribu. Kemudian, turun menjadi Rp700 ribu hingga akhir 2020. Selanjutnya, sejak Januari 2021 menjadi Rp350 ribu. Alasan penurunan insentif tersebut menurut Dinas Perindag Kabupaten Lamtim karena para Satpam sudah mendapatkan tambahan dari penarikan salar atau dana pada masing-masing pasar. Padahal, kata Ariza, penarikan salar atau dana di pasar tersebut hanya cukup untuk biaya piket Satpam yang notabene bekerja selama 24 jam.

Selain insentif,  para Satpam juga mempertanyakan masalah surat keputusan (SK) pengangkatan sebagai Satpam. Sebab saat ini mereka tidak lagi menerima SK, tetapi menerima surat perjanjian kerja (SPK). Pada surat itu tertera, jika tidak mau menerima SPK, dianggap mengundurkan diri.

Usai menerima perwakilan Satpam tersebut, Pj Sekkab Lamtim, Tarmizi, mengatakan, keluhan para Satpam tersebut akan ditampung dan selanjutnya akan dilaporkan ke bupati Lampung Timur. 

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar