#Covid-19#PondokPesantren#LampungUtara

Satgas Temukan Peningkatan Kasus Covid-19 Kluster Pondok Pesantren di Lampura

( kata)
Satgas Temukan Peningkatan Kasus Covid-19 Kluster Pondok Pesantren di Lampura
Ilustrasi: Medcom


Kotabumi (Lampost.co): Jumlah warga terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) bertambah 20 orang.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura Budi Sanny Lumi mengatakan jumlah warga yang terkonfirmasi dari yang sebelumnya 330 orang bertambah menjadi 350 kasus. Penambahan terbanyak berasal dari cluster Pondok Pesantren di Kecamatan Abung Selatan.

"Yang terbanyak adalah pondok pesantren hasil tracing kasus sebelumnya, sisanya terbagi di beberapa kecamatan, "kata Sanny, Selasa, 1 Desember 2020.

Kecamatan yang dimaksud adalah Kotabumi Selatan sebanyak lima kasus, serta satu kasus di Kotabumi, Sungkai Barat, dan Hulu Sungkai.

"Dengan adanya kejadian ini, pemerintah mengimbau agar masyarakat mau meningkatkan protokol kesehatan melalui 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," kata dia.

Kepala Bidang P2 Dinkes Lampura Dian Mauli menambahkan, kasus tersebut timbul setelah pihaknya melakukan tracing kepada mereka yang memiliki kontak erat dengan kasus sebelumnya. Setidaknya, ada sekitar 60-70 orang dilakukan swab test.

"Dari sampel yang dikirim terjadi peningkatan kasus sebanyak 49 terpapar SarCov-2. Masing-masing 37 pada kasus kedua dan terakhir 12 orang," kata Dian. 

Pihaknya bersama gugus tugas akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas di pondok pesantren itu. 

"Sekolah di sana baru ditutup kemarin, Senin, 30 November 2020. Padahal dari Kemenag telah mengintruksikan ditutup sejak kasus pertama. Ini juga yang menjadi perhatian kami," ujar dia.

Sebelumnya, Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lampung Utara  akan mengevaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) di tingkat pondok pesantren setelah ditemukannya peningkatan kasus baru di salah satu ponpes di Kecamatan Abung Selatan yang menggelar KBM secara tatap muka langsung.

"Kami akan meninjau langsung kegiatan belajar tatap muka langsung untuk pondok pesantren tidak melaksanakan daring, "kata Plt Kepala Kantor Kemenag Lampura Erwinto.

Menurut, Erwinto, pihaknya telah memberikan arahan untuk memberhentikan pelaksanaan KBM secara langsung, namun di lapangan masih belum dilaksanakan sebagaimana mestinya. 

"Anjuran itu sedari awal kami laksanakan. Tapi, di lapangan tidak. Sehingga kami akan segera menutup dan mengajurkan KBM secara daring," pungkas dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar