#GAJAH#LAMPUNGBARAT

Satgas Penanganan Konflik Gajah Suoh Diusulkan Dapat Insentif

( kata)
Satgas Penanganan Konflik Gajah Suoh Diusulkan Dapat Insentif
Rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi terhadap LKPj pelaksanaan APBD TA 2021 di Kantor DPRD Lampung Barat, Rabu, 22 Juni 2022. (Lampost.co/Eliyah)


Liwa (Lampost.co) -- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus berencana memberikan insentif kepada Mahout (pawang gajah) dan petugas penanganan dan penanggulangan konflik gajah di wilayah Suoh dan Bandarnegeri Suoh, Lampung Barat.


"Ini sebagai perhatian khusus kepada petugas pengendalian dan penanganan konflik gajah-manusia di dua kecamatan itu," kata Parosil dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaikan jawaban pemerintah atas pemandangan umum fraksi terhadap LKPj pelaksanaan APBD TA 2021 di Kantor DPRD Lampung Barat, Rabu, 22 Juni 2022.

Menurutnya, perhatian itu perlu disadari bahwa kinerja Mahout (pawang gajah) untuk membantu masyarakat dalam mengatasi konflik dengan satwa itu sangat berat. Parosil menyampaikan dengan adanya pemberian insentif kepada pawang gajah itu, maka bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas logistik dan mercon.

"Berhubung kinerja Mahout ini cukup berat, maka selain diberi bantuan logistik ke depan, perlu juga diberi insentif meski sifatnya hanya insidental," kata Parosil.

Dia melanjutkan perlu juga diprogramkan pelatihan Mahout, bantuan logistik, dan pembangunan menara pantau bagi satgas pengendalian satwa gajah ini. Untuk itu, Parosil meminta Pj Sekkab Adi Utama segera mengkaji rencana pemberian insentif untuk Mahout ini. Apalagi, kinerja Mahout ini cukup berat sehingga ke depan bukan hanya bantuan mercon, melainkan perlu diberikan insentif juga. Menurutnya, rencana tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mengatasi konflik gajah di wilayah itu.

Baca juga: Konflik Gajah dan Manusia di Suoh Terus Terjadi

Parosil menambahkan, untuk mengatasi konflik dengan satwa gajah ini sebelumnya, Pemkab juga telah berkoordinasi dan bekerja sama dengan sejumlah pihak antara lain WCS, PILI, Watala, dan lainnya. Sebab mulai 2021, konsorsium Bukit Barisan Selatan mulai melaksanakan program harmonisasi manusia dengan gajah liar di hutan penyangga TNBBS Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan yaitu pelatihan Mahout sebanyak 10 orang, pemasangan GPS Solar, penanaman pakan gajah, pengadaan posko Satgas konflik gajah. Kemudian penggiringan dan penyediaan logistik selama upaya penghalauan untuk Satgas setiap ada kejadian dan pengadaan perlengkapan satgas.

 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar