#gudang#makanan

Satgas Pangan Sidak, Temukan Hama di Gudang Minimarket 

( kata)
Satgas Pangan Sidak, Temukan Hama di Gudang Minimarket 
Dokumentasi Pixabay.com


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Sebuah gedung tempat penyimpanan barang milik yang diketahui milik Alfamart yang berada di Jalan Tembesu,  Bandar Lampung, terancam akan dikenakan sanksi berupa pembekuan izin oleh Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. 
 
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Kade Sumartha mengatakan, bahwa tim satuan tugas (satgas) pangan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gedung alfamart. Guna memastikan kemanan pangan di kota berjuluk Tapis Berseri itu. 
 
Kadek Sumartha yang didampingi oleh Kepala Sesi Kendali Harga Dinas Pangan, Ni Made Ayu Kumala Dewi menarangkan sidak yang dilaksanakan pada Rabu (31/7/2019) itu, berada didua tempat yaitu gudang makanan Indomart dan Alfamart. 
 
Hasilnya, di gudang Alfamart banyak ditemukan beberapa produk yang digerogoti tikus. Sebab menurutnya apabila sampai masih terdapat tikus, maka peluang untuk makanan terkontaminasi penyakit masih ada. "Meskipun sudah disingkirkan dan disortir ke gudang khusus produk yang rusak ataupun expired, peluang untuk tetap terkontaminasi masih ada," ujarnya. 
 
Ia menjelaskan, untuk di alfamart, tatalaksana dan kebersihannya sudah baik, tapi yang jadi perhatian adalah pengendalian hama. Karena berbeda dengan Indomart yang menggunakan pihak ketiga, di alfamart dilakukan sendiri atau swakelola dengan memberikan racun tikus yang dijual dipasaran. 
 
Kadek Sumartha menegaskan bahwa sidak yang dilakukan oleh pihaknya ini merupakan tindakan pertama yang sifatnya pembinaan terhadap produsen. Jika selanjutnya sampai dengan tindakan evaluasi ketiga, pihak produsen tidak juga mengindahkan, maka akan mendapatkan sanksi dari Pemkot Bandar Lampung. 
 
"Yang menjadi catatan kita adalah dilaksanakan atau tidak arahan yang diberikan kepada pihak produsen. Jika sampai ketiga kalinya tidak diindahkan, maka selanjutnya akan kita laporkan ke atasan apakah akan pembekuan izin dan lain sebagainya," tegasnya. 
 
Kemudian untuk tindakan lainnya terhadap barang atau makanan yang diketahui bermasalah dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Dinas Pangan berkoordinasi dengan BPOM untuk lakukan penarikan barang, yang selanjutnya dilaksanakan pemusnahan barang. 
 
"Selama ini tindakan yang kami lakukan itu BPOM akan memberikan berita acara penarikan atau penyitaan atau pemusnahan, bergantung pada tingkat produk yang kita temukan jika rusak maka dilaksanakan pemusnahan ditempat, itu tindakan dari Satgas Pangan," tutupnya. 
 

Deta Citrawan







Berita Terkait



Komentar