#bawangputih#impor#spekulan#satgaspangan

Satgas Pangan Polda Lampung Diminta Awasi Spekulan Bawang Putih

( kata)
Satgas Pangan Polda Lampung Diminta Awasi Spekulan Bawang Putih
Pedagang bawang putih di Pasar Tamin, Bandar Lampung, Minggu (5/5/2019). (Lampost.co/ Effran Kurniawan )

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Memasuki bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok mulai melonjak termasuk yang tertinggi yakni bawang putih. 
 
Peneliti Ekonomi Unila Asrian Hendi Cahya mengatakan, Satgas Pangan dan Polda Lampung juga perlu melakukan pengawasan secara spesifik, guna mencegah adanya ulah spekulan, atau tengkulak, yang bermain guna mencari keuntungan tinggi. 
 
Ia menilai, peran Satgas pangan harus ada, minimal untuk mencegah mata rantai distribusi yang banyak, sehingga harga tinggi, dan menindak spekulan. 
 
"Polda harus teliti, kalau ada yang menimbun bahan pokok, bisa digerebek dan ditindak, satgas pangan harus aktif, karena harga kebutuhan pokok, khawatir fluktuatif," ujarnya, kepada Lampost.co, Minggu (5/5/2019). 
 
Namun, naiknya harga bawang putih saat ini menurut Asrian memang berlaku secara nasional, tak hanya di Lampung. Penyebabnya karena memang produksi bawang putih, dan bawang merah, belum bisa mengcover permintaan apalagi menjelang ramadan permintaan meningkat. 
 
"Nah, pemenuhannya harus impor, pemerintah impornya lambat, dan distribusi tersendat, apalagi komoditas bawang tidak ada payung hukum yang mengatur harga, semua ke mekanisme pasar," katanya.
 

Effran Kurniawan



Berita Terkait



Komentar