#satgaspangan#kedaluwarsa#beritalampung

Satgas Pangan Kota Temukan Makanan Kedaluwarsa di Swalayan 

( kata)
Satgas Pangan Kota Temukan Makanan Kedaluwarsa di Swalayan 
Tim Satgas Pangan Kota Bandar Lampung saat lakukan sidak di swalayan kawasan Jalan Antasari, Rabu (24/7/2019). (Foto:Lampost/Deta citrawan)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Tim Satgas Pangan yang meliputi, BBPOM, Dinas kesehatan, Dinas Peternakanan, dan Polresta Bandar Lampung kembali menggelar inspeksi medadak (Sidak).  Kali ini tim menyasar di kawasan Jalan Antasari dan menemukan makanan yang kedaluwarsa dan berjamur.
Koordinator Harian Tim Satgas Pangan M. Yusuf  mengungkapkan dari hasil sidak itu tim menemukan produk makanan yang sudah kedaluwarsa dan makanan yang sudah tidak layak jual seperti berjamur dan busuk. Dari temuan itu, pihaknya melakukan pembinaan secara bertahap guna melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pangan.
"Dengan sidak ini, kita menjaga kemanan pangan masyarakat dan pengsuha, jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan dan berujung permasalahan hukum," ujarnya, Rabu (24/7/2019).
Menurutnya, adanya temuan produk yang kadaluwarsa itu sangat merugikan masyakat dan pihak pengusaha. "Hari ini kami berhasil menemukan produk yang sudah kedaluwarsa, izin produk yang sudah habis, produk yang dijual masih menggunakan nomor Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT) dengan jumlah 12 dijit,"  jelasnya. 
Masih kata M. Yusuf, ada pula produk makanan segar yang tidak layak jual, seperti busuk, berjamur dan kedaluwarsa, dan tata laksana makanan digudang yang tidak berpalet atau alas. 
"Jadi produk yang kita temukan ada beberapa yang dimusnahkan, seperti kerupuk, gula merah, sayuran, rumput laut dan beberapa makanan ringan," kata dia. 
Diutarakanya, ada juga produk temuan yang tidak dimusnakan seperti telur. "Telur ini seharusnya dicantumkan Nomor Kontrol Peternakan (NKP) tetapi yang dicantumkan nomor P IRT dari dinas Kesehatan, karena telur bukan produk yang keluar rumah tangga, tetapi perternakan begitu juga daging ayam," ungkapnya. 
Atas sidak yang telah dilaksanakan itu,  pihak Satgas meminta kepada pihak manajemen swalayan untuk lebih memperhatikan berbagai produk yang dijual. Agar keamanan dan kenyaman konsumen tetap terjaga. 
"Kita juga minta agar pemusnahan dilakukan sendiri oleh pihak manajemen.  Tidak hanya oleh kita (Tim Satgas), supaya mereka lebih memperhatikan kembali apa yang layak dan baik untuk pembeli," tutupnya. 


Deta Citrawan








Berita Terkait



Komentar