#satgaspangan#ramadan

Satgas Pangan Ancam Tindak Tegas Penimbun Sembako Selama Ramadan

( kata)
Satgas Pangan Ancam Tindak Tegas Penimbun Sembako Selama Ramadan
Foto. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satgas pangan gabungan Provinsi Lampung siap mengamankan, dan mengawasi stok pangan selama bulan ramadan. Tim juga mengancam akan menindak tegas para penimbun bahan pokok di Lampung.

Ketua Satgas Pangan Kasibdit Satu Indagsi Krimsus AKBP Sastra Budi mengatakan selain melaksanakan pengawasan dan sidak, pihaknya juga akan menindak para pelaku usaha yang menimbun sembako selama bulan puasa.

“Sesuai dengan instruksi Polri, bahwasannya akan melaksanakan pengawasan bersama Dinas terkait seperti dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag), Bulog dan lainnya,” ujarnya, Sabtu, 10 April 2021.

AKBP Sastra mengatakan penindakan yang dilakukan tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena kestabilan harga dan letersediaan bahan pangan bagi masyarakat adalah komitmen bersama satgas pangan provinsi.

“Kemarin sudah dilaksanakan rakor (rapat koordinasi) terkait dengan satgas pangan. Tentunya nanti pengawasan itu ada yang bersifat terbuka dan juga penyelidikan,” kata dia.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung Faisal mengatakan keterlibatan pihaknya dalam satgas pangan provinsi yakni memastikan persediaan beras dan gula selama bulan ramadhan.

“Kalau bulog terkait dengan persediaan, khususnya beras sangat aman sampai tahun depan. Persediaannya masih banyak dan kemudian saat ini masih dalam proses pengajuan penambahan stok,” ujarnya.

Faisal mengatakan kegiatan  operasi pasar terus dilaksanakan baik sebelum atau saat ramadhan dengan tata cara protokol Covid-19. Dari hasil operasi sebelumnya, harga beras masih sangat stabil di pasar.

“Masyarakat tidak perlu khawatir baik masalah persediaan dan juga harga beras, karena semua dalam keadaan baik,” kata dia.

Mengenai waktu pelaksanaan operasi satgas pangan provinsi, Bulog Regional Lampung masih menunggu instruksi dari pemerintah provinsi Lampung.

“Kita menunggu dari Disperindag pemprov untuk melihat kondisi harga beras dan gula. Perinsipnya kondisi seperti sekarang ini kami diminta untuk melaksanakan pemantuan perkembangan harga dengan operasi pasar dengan rumah pangan,” ujarnya.

Rumah pangan itu, lanjut Faisal, merupakan outlet-outlet pedagang binaan Bulog yang tersebar di beberapa pasar di provinsi Lampung. Tugasnya yakni ikut memantau harga-harga yang ada di pasar dan melaporkannya.

“Outlet-outlet itu yang ada di setiap pasar membantu kami (Bulog) melaksanakan stabilisasi harga bahan pangan,” ujarnya.

Winarko







Berita Terkait



Komentar