satgascovid-19

Satgas Kota Sebut Tidak Ada Nakes Positif Covid di RSP Bintang Amin

( kata)
Satgas Kota Sebut Tidak Ada Nakes Positif Covid di RSP Bintang Amin
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung, Ahmad Nurizki Erwandi. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Bandar Lampung, mengklarifikasi penjelasan mengenai data penambahan 50 kasus baru pada Jumat 23 Oktober lalu, yang menyebutkan bahwa terdapat nakes di RSP Bintang Amin terpapar Covid-19.

Ketua Satgas Penangan Covid-19 Kota Bandar Lampung Herman HN, melalui Juru Bicara (Jubir) Ahmad Nurizki Erwandi menjelaskan bahwa mengenai hal itu terdapat kesalahan informasi, bahwa tidak adat pasien positif Covid-19 dari nakes di RS tersebut.

"Sebenarnya 3 (tiga) pasien positif Covid-19 itu merupakan suspek dari pasien sebelumnya dan sekarang telah dinyatakan positif. Bukan nakes atau yankes dari RS Pertamina Bintang Amin," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung ini, Minggu 25 Oktober 2020.

Dikatakan, setelah di nyatakan positif suspek dari pasien positif itu saat ini memang tengah dalam penanaganan medis di RS setempat. "Dan sekarang memang di rawat di sana," lanjutnya.

Sebelumnya di beritakan, Rumah Sakit Pertamina (RSP) Bintang Amin membantah adanya tenaga kesehatan yang positif Covid-19. Hal itu disampaikan melalui surat nomor 577/S1/PBA-A10/24.10.20, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Surat yang ditandatangani oleh Direktur RSP Bintang Amin dr Rachmawati MPH kepada Dinas Kesehatan Bandar Lampung. Hal itu karena penyataan yang menyebut ada 3 petugas medis RSP Bintang Amin sedang menjalani perawatan karena positif Covid-19.

Dalam surat tersebut RSP Bintang Amin menyatakan kabar tersebut tidak benar. Pihaknya menyatakan tidak ada petugas medis yang dirawat karena Covid-19.

Terkait hal itu, pihaknya merasa dirugikan karena bisa menurunkan kepercayaan publik untuk datang ke rumah sakit.

Untuk itu RSP Bintang Amin meminta Dinas Kesehatan melakukan klarifikasi terkait pernyataan tersebut yang menjadi sumber pemberitaan di media massa.  

Setiaji Bintang Pamungkas







Berita Terkait



Komentar