#Kesehatan#VirusKorona

Satgas Klarifikasi Cekcok Polisi dan Pedagang di Bandar Lampung

( kata)
Satgas Klarifikasi Cekcok Polisi dan Pedagang di Bandar Lampung
Juru Bicara Satgas Covid-19 Bandar Lampung, Ahmad Nurizki. (Foto: Dok Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satgas Covid-19 Bandar Lampung klarifikasi video polisi dan pedagang ceckok saat penertiban. Satgas menyatakan keduanya salah paham dan sudah saling memaafkan.

"Terjadi miss komunikasi antarkeduanya. Pedagang dan petugas sudah saling memaafkan atas kejadian tersebut," ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Bandar Lampung, Ahmad Nurizki, Minggu, 11 Juli 2021.

Ia mengatakan tim satgas menertibkan jam operasional pedagang yang melanggar kententuan PPKM Mikro Bandar Lampung yakni belum tutup pada pukul 20.00. Satgas berupaya melakukan upaya persuasif.

"Setelah mendapat penjelaan, pemilik usaha menjawab dengan nada keras. Namun, video yang beredar hanya saat terjadi cekcok, tidak menampilkan upaya persuasif dari satgas," katanya.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan dalam penertiban pihaknya berupaya menegakkan aturan secar persuasif dan humanis. Mengenai hal ini juga selalu ia sampaikan saat apel sebelum satgas bertugas.

Sebelumnya, beredar video cekcok antar anggota kepolisian tergabung dalam Satgas Covid-19 Bandar Lampung dengan warga. Peristiwa itu terjadi Sabtu, 19 Juli 2021, di angringan Jalan Imam Bonjol.

Dalam video terlihat beberapa personil gabungan Satgas Covid-19 Bandar Lampung terdiri dari, Satpol-PP Pemkot, TNI dan Polri sedang menyidak angkringan dalam operasi penegakan protokol kesehatan.

Saat komunikasi antara petugas dan pemilik angkringan, tiba-tiba pengelola angkringan dibentak anggota polisi. "Apa pula tugas kamu dengan saya, Tugas kamu mengajukan ke sana, tugas saya ke sini!"

Pemilik angkringan pun emosi dan membalas pernyataan polisi. Pria tersebut kesal dan mengatakan ia bukan pelaku kriminal, dan pengedar narkoba. Namun, ia merasa diintimidasi seakan-akan pelaku pidana.

"Bapak kalau mau tangkep saya. Saya enggak kriminal, saya enggak jual narkoba di sini. Penjarahin saya Pak. Jangan bapak pake seragam, bisa nindas-nindas, saya cuma cari makan di sini," ujarnya.

Rekan pemilik angkringan, Caling Permana menyebutkan angkringan tersebut sudah menjalankan protokol kesehatan. Sekitar pukul 18.15 datang konsumen dan bertahan hingga pukul 20.30.

"Diminta pulang kan enggak enak sama konsumennya. Petugas satgas datang dan membubarkan. Sebenarnya kami mengaku salah tapi masalahnya petugasnya kasar sehingga kami jadi emosi," kata Caling.

Caling yang juga hadir saat cekcok itu menambahkan, usai kejadian tersebut angkringan milik pria diketahui bernama Lutfi mendapatkan surat teguran Satgas covid-19 Bandar Lampung.

abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar