ingatpesanibupakaimaskercucitanganjagajarak

Satgas Jelaskan Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan

( kata)
Satgas Jelaskan Protokol Kesehatan Resepsi Pernikahan
Penyelenggaraan resepsi pernikahan di tengah pandemi covid-19 harus taat protokol kesehatan (Foto:Shutterstock)


Jakarta (Lampost.co) -- Pandemi covid-19 tidak menyurutkan sebagian orang untuk melangsungkan pernikahan. Penyelenggaraan resepsi pernikahan di tengah pandemi covid-19 harus taat protokol kesehatan.

Bila melanggar protokol kesehatan, resepsi pernikahan bisa menimbulkan klaster baru. Apalagi, jika sampai membuat kerumunan dalam jumlah besar.

Menurut Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, venue pernikahan hanya diizinkan seluas 300 meter persegi (15x20 meter) dengan maksimal 20 orang.

Penyedia tempat juga memastikan seluruh area venue disemprot disinfektan sebelum dan sesudah bongkar muat barang. Lalu, diterapkan aturan cuci tangan dengan sabun dan menyedikan hand sanitizer.

Setiap orang yang hendak masuk ke lokasi resepsi pernikahan harus dicek suhu tubuhnya. Perias pengantin wajib menggunakan masker selama melakukan tugasnya agar tidak terpapar virus korona. Menggunakan sarung tangan juga bisa menjadi pilihan.

Penghulu dan pengantin pria wajib menggunakan sarung tangan dan masker saat ijab kabul. Semua tamu yang hadir diingatkan untuk menjaga jarak.

Untuk mencegah penularan covid-19, pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar