#pupuk#pertanian

Satgas Diminta Fokus dan Gesit Berantas Mafia Pupuk di Lampung

( kata)
Satgas Diminta Fokus dan Gesit Berantas Mafia Pupuk di Lampung
Ilustrasi aneka pupuk. Dok MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendukung pemberantasan mafia pupuk di Lampung.


Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) HKTI Lampung, Mirzani Djausal meminta Satgas Mafia Provinsi Lampung untuk lekas bergerak untuk memberantas pencari rente pupuk di Bumi Ruwa Jurai. 

"Sebab kelangkaan pupuk jadi permasalahan dari tahun ke tahun," ujar dia, Selasa, 11 Januari 2022.

Baca: Pupuk Subsidi di Lampung Sudah Terserap 71,59 Persen

 

Mirza mengaku kerap menerima keluhan para petani atas kelangkaan pupuk di lapangan. Kondisi tersebut, kata dia, membuat harga pupuk melambung tinggi dan sarat pemalsuan. 

"Distribusinya juga kadang enggak tepat waktu. Mereka (Petani) sudah mendaftar, tetapi stok tidak tersedia. Ada juga masalah penyaluran yang tidak merata," kata dia. 

Ia berharap, Satgas dapat berjalan dengan maksimal dalam menekan harga pupuk yang tinggi, hinggga mengusahakan ketersediaannya untuk memenuhi kebutuhan para petani di Lampung. 

"HKTI siap membantu," paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi mengapresiasi rencana pembentukan Satgas di Lampung. Ia berharap, Satgas Mafia Pupuk itu ada di setiap Kejaksaan Negeri (Kejari).

"Jangan hanya pencitraan, tetapi Satgas harus punya target dan ada pelaporan per tahun," kata dia. 

"Kasihan para petani. Seminggu saja mereka telat tanam, itu akan berpengaruh dengan kualitas hasil tanamnya," paparnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung, Abdullah Noer Deny mengatakan, pihaknya siap menjalankan pemberantasan mafia pupuk, khususnya di Kota Bandar Lampung.

"Kejari Bandar Lampung pasti ikut arahan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memberantas mafia pupuk," tegasnya.

Sobih AW Adnan








Berita Terkait



Komentar