#Covid-19Indonesia

Satgas Covid-19 Tegaskan Tak Ada Pelonggaran Prokes

( kata)
Satgas Covid-19 Tegaskan Tak Ada Pelonggaran Prokes
Ilustrasi. medcom.id


Jakarta (Lampost.co) -- Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menegaskan tidak ada pelonggaran penerapan protokol kesehatan (prokes). Pemerintah hanya melonggarkan persyaratan bagi pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), bukan prokes.

"Hanya karena orang mungkin terlalu bergembira sekali, persyaratan perjalanan yang longgar ini dianggap juga identik dengan pelonggaran protokol kesehatan," ujar Ketua Subbid Dukungan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting dalam diskusi virtual, Sabtu, 12 Maret 2022.

Ginting mengatakan kebijakan pelonggaran persyaratan PPDN bukan karena pandemi covid-19 telah usai. Melainkan tingkat vaksinasi masyarakat sudah cukup tinggi.

"Untuk yang (vaksin dosis) pertama sudah di atas 90 persen, demikian juga suntikan yang kedua di beberapa daerah sudah di atas 80 persen," tutur dia.

Ginting mengingatkan penambahan konfirmasi positif covid-19 di Jawa-Bali masih terus meningkat. Kasus sempat bertambah antara 20-25 ribu per hari.

Angka itu menunjukkan penularan covid-19 masih terjadi di tengah masyarakat. Dia meminta masyarakat tetap memperkuat penerapan prokes.

"Mau Omicron, mau Delta, itu semua covid-19. Apakah nanti ada varian baru, tetap namanya covid. Sehingga kita harus tetap waspada," ujar dia.

Pemerintah mengubah aturan perjalanan dalam negeri. Masyarakat yang melakukan perjalanan domestik menggunakan transportasi darat, laut, dan udara tidak perlu menunjukkan hasil antigen dan polymerase chain reaction (PCR) negatif.

"Pelaku perjalanan domestik dengan transportasi udara, laut, maupun darat yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukan bukti tes antigen maupun PCR negatif," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Winarko







Berita Terkait



Komentar