#Covid-19lampung#BERITALAMPUNGTIMUR

Satgas Covid-19 Lamtim Perketat PPKM Mikro di Desa

( kata)
Satgas Covid-19 Lamtim Perketat PPKM Mikro di Desa
Ilustrasi PPKM Mikro. Antara/Akbar Nugroho Gumay


Sukadana (Lampost.co) –- Menyikapi penyebaran covid-19 yang terus berlanjut, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamtim bersama unsur Forkompimda memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat desa.

Hal itu sesuai dengan Instruksi Bupati Lamtim No.360/168/31-SK/V/2021, tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan covid-19 di tingkat desa untuk pengendalian penyebaran Covid 19.

Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Lamtim, Mashur Sampurna Jaya, menjelaskan, penyebaran covid-19 di Kabupaten Lamtim terus berlanjut. Hingga Jumat, 18 Juni 2021, tercatat sudah 1.725 warga Lamtim yang terpapar. Dari 1.725 warga Lamtim yang terpapar tersebut, 1.451 orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan 115 orang lagi meninggal dunia.

Menurutnya, salah satu faktor penyebab berlanjutnya penyebaran covid-19 di Lamtim yang sebagian besar merupakan klaster keluarga dan tetangga dekat itu karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Oleh sebab itu, Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 bersama Forkopimda terus melakukan berbagai upaya pengetatan PPKM.

Mashur menjelaskan satgas mulai dari tingkat kabupaten hingga desa bersama unsur terkait seperti TNI/Polri, relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, secara intensif terus meningkatkan pengawasan  terhadap pelaksanaan PPKM sekaligus melakukan sosialisasi rutin mengenai disiplin penerapan protokol kesehatan 5M. Selain itu, pihak Satgas bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lamtim juga terus mengoptimalkan fungsi rumah isolasi desa. 

Baca juga : PPKM Mikro Diperluas ke Lampung

Ia menyatakan pihak Satgas bersama Dinas Kesehatan mengarahkan warga yang terpapar covid-19 dan tidak bergejala untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah atau rumah isolasi desa dengan pengawas dari Satgas dan petugas kesehatan. Namun, untuk warga yang terpapar covid-19 dan bergejala serta kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan baru dirujuk untuk dirawat di ruang isolasi RSUD Sukadana atau rumah sakit swasta lainnya di Lamtim yang memiliki ruang isolasi perawatan covid-19.

Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan kasus warga terpapar covid-19. Sehingga jika penyebaran covid-19 terus berlanjut dan semakin banyak warga yang terpapar, maka tidak terjadi masalah dalam hal perawatan dan isolasi.

“Itulah yang terus dilakukan Satgas bersama unsur Forkompimda, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, satgas tingkat kecamatan hingga desa, dalam rangka mengantisipasi, mencegah dan menekan penyebaran covid 19 yang terus berlanjut,” katanya.

Mashur berharap semua upaya yang dilakukan tersebut mendapat dukungan sepenuhnya dari seluruh warga Lamtim. Sebab tanpa adanya dukungan penuh dari masyarakat, maka apapun upaya yang dilakukan untuk mencegah, mengantisipasi, dan menekan penyebaran Covid-19 akan sangat sulit dilakukan.

“Jadi kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari masyarakat. Dukungan dari masyarkat itu adalah patuhi dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ujarnya. 
 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar