#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalambar

Satgas Covid-19 Lambar akan Kaji Rekomendasi Izin Keramaian

( kata)
Satgas Covid-19 Lambar akan Kaji Rekomendasi Izin Keramaian
Sekretaris Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lambar, Maidar. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co): Menyikapi semakin meningkatnya kasus terkonfirmasi covid-19 di Lampung Barat, Sekretaris Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lambar, Maidar, mengaku pihaknya akan mengkaji kembali pemberian rekomendasi izin bagi warga yang hendak menggelar hajatan (nayuh).

Selain itu, melalui Perbup yang masih dalam proses saat ini juga akan memuat adanya sanksi terhadap pelaku pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. Sanksi yang akan diberikan mulai dari teguran lisan, tertulis hingga sanksi fisik dan denda.

"Pemberian sanksi bagi pelanggar akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari sanksi peringatan secara lisan. Jika tidak diindahkan maka dilakukan tertulis dan seterusnya," kata Maidar.

Sanksi itu diberikan secara perorangan dan badan/lembaga yang diberikan sesuai dengan tingkatan pelanggarannya. Jika melakukan pelanggaran hingga harus menjalani sanksi denda maka untuk perorangan akan dikenakan denda sebesar Rp50 ribu dan untuk badan/lembaga Rp200 ribu.

Perbup ini akan dilaksanakan secepatnya dan saat ini tinggal menunggu proses tandatangan bupati. "Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini sudah selesai dan bisa segera diberlakukan sebagai upaya peningkatan penegakan disiplin," kata dia.

Kemudian tidak menutup kemungkinan kedepan Perbup tersebut dapat ditingkatkan menjadi Perda sesuai aturan yang ada jika nantinya terjadi peningkatan  pelanggaran disiplin protokol kesehatannya.

Yang pasti untuk saat ini dalam rangka mencegah peningkatan penularan maka tim gugus tugas meminta agar masyarakat untuk sementara menunda rencana berpergian keluar daerah terutama daerah yang berstatus zona merah.

Demikian juga untuk mereka yang berencana ingin berkunjung ke saudara di Lambar juga diharapkan agar masyarakat untuk menyampaikan supaya menunda rencana itu. Sebab berdasarkan keterangan, klaster penularan covid-19 yang terjadi pada masyarakat Lambar ini umumnya adalah tertular setelah berpergian ke daerah zona merah atau sebaliknya karena ada saudara yang datang dari daerah zona merah. Sehingga kesimpulan sementara penularan itu murni terjadi dari luar.

Karena itu pihak kecamatan dan pekon juga diminta untuk memantau dan mengkaji kembali kegiatan keramaian/hajatan yang akan dilakukan oleh warganya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar