#covid-19#viruskorona#viruscorona

Satgas Berpatokan Hasil Laporan RSU A Yani soal Loekman-Ellya Positif Covid-19

( kata)
Satgas Berpatokan Hasil Laporan RSU A Yani soal Loekman-Ellya Positif Covid-19
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung Reihana. Dok. Lampost.co

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung berpatokan pada laporan hasil tes cepat molekuler (TCM) RS Ahmad Yani Kota Metro yang menyatakan Loekman Djoyosoemarto dan istrinya Ellya Lusiana positif Covid-19. Pihaknya juga sudah melakukan tracing terhadap orang yang memiliki kontak Loekman dan istrinya.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana, mengatakan tidak mau membicarakan hasil pemeriksaan Loekman dan istrinya di Jakarta yang menyatakan negatif Covid-19. Kapasitasnya hanya bisa menceritakan untuk yang di Lampung karena mendapat laporan dari Lampung Tengah sesuai hasil TCM RS Ahmad Yani  Metro hasilnya positif.

"Jadi kalau bertanya tentang bagaimana hasil di Jakarta, saya tidak bisa jawab karena yang saya tahu hasil di Lampung, itu pun hasil konfirmasinya didapat dari Lampung Tengah. Kami di provinsi hanya merilis apa yang kami dapat dari kabupaten/kota," katanya di Posko Satgas Covid-19 Lampung, Rabu, 30 September 2020.

Dia juga mengatakan sudah ada tracing atau melacak orang-orang yang kontak erat pasien 847 dan pasien 848. Ada dua orang yang sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek, yaitu pasien 844 dan pasien 845 yang merupakan penjabat yang selalu mendampingi di Lampung Tengah. Kemudian pasien 841 juga merupakan penjabat di Lampung Tengah yang juga selalu bergerak bersama PKK.

Berita terkait: Gugus Tugas Covid-19 Lampung Tidak Tahu Loekman-Ellya Dipindahkan ke Jakarta

Ia mengatakan dalam membuat laporan hasil pemeriksaan laboratorium harus ada cap rumah sakit dan tanda tangan langsung dokter patologi klinik rumah sakit tersebut. "Semua hasil pemeriksaan lab yang ada itu harus dengan tanda tangan dan cap. Minimal di rumah sakit yang umum daerah itu ada dokter penanggung jawab klinik atau dokter spesialis patologi klinik," kata Kepala Dinas Kesehatan Lampung itu.

Kecuali untuk dua laboratorium di Lampung, yakni Laboratorium Balai POM dan Laboratorium Balai Veterinary yang diizinkan membantu pemeriksaan swap. Ia mengatakan di Balai POM petugasnya apoteker sedangkan di Balai Veterinary ada dokter hewan yang sudah mendapat izin legal dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan Covid-19.

Ia juga belum bisa menjawab apakah Loekman dan Ellya akan dilakukan swab kembali untuk memastikan betul terpapar atau tidak Covid-19. Ia meminta Dinas Kesehatan Lampung Tengah untuk memastikan betul hal tersebut.

Ia juga mengatakan pihaknya belum pernah mendapatkan kasus pasien Covid-19 dalam sehari bisa sembuh dan dinyatakan negatif. Walaupun begitu, dia memperbolehkan bila ada pasien Covid-19 dari Lampung yang dirujuk ke rumah sakit di Jakarta.

"Karena permintaan sendiri tidak ada yang bisa melarang (dirujuk menuju rumah sakit di Jakarta)," kata Plt Direktur RSDUAM Lampung ini.

Sebelumnya, Loekman Djoyosoemarto dan istrinya Ellya Lusiana dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Loekman terpapar virus tersebut karena ada riwayat perjalanan keluar Lampung yakni DKI Jakarta. Setelah itu mengalami batuk dan demam, kemudian melakukan pemeriksaan dengan TCM dengan hasil positif. Pemeriksaan TCM keakuratannya sama dengan polymerase chain reaction (PCR) pada Minggu malam, 27 September 2020.

Loekman menjadi pasien Covid-19 dengan nomor 847 dan istri nomor 848. Loekman-Ellya sempat dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluyo dan pada Senin pagi, 28 September 2020, diantarkan melakukan isolasi di ruang isolasi Rumah Sakit Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah. Kemudian Loekman Djoyosoemarto dan Ellya Lusiana dibawa ke RS Mayapada Hospital Jakarta.

Informasi beredar ada laporan hasil laboratorium dokter patologi klinik di Rumah Sakit Mayapada Hospital Jakarta, Selasa, 29 September 2020, menyebutkan Loekman Djoyosoemarto dan Ellya Lusiana melakukan pemeriksaan specimen nasopharyngeal and oropharyngeal menggunakan PCR SARS-Cov-2 (Covid-19) dengan hasil negatif.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar