#sastralisan#humaniora#beritalampung#tradisilampung#warisanbudaya

Sastra Tutur Marga Sungkai Terancam Punah

( kata)
Sastra Tutur Marga Sungkai Terancam Punah
Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Utara, Nani Rahayu. Foto: Dok

Kotabumi (Lampost.co): Tradisi sastra tutur Lampung Marga Sungkai yakni pisaan terancam punah. Minat generasi muda untuk mempelajari seni tradisi tersebut minim, sedangkan generasi tua pada kelompok tradisional masyarakat adat Marga Sungkai jumlahnya semakin berkurang termakan usia.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Utara Nani Rahayu mengatakan sedikit generasi muda Marga Sungkai yang mau belajar sastra lisan pisaan yang saat ini hanya dipertontonkan saat pagelaran upacara adat. Seni tradisi itu pun, rata-rata dimainkan generasi tua dari kelompok tradisional masyarakat adat yang ada di wilayah setempat.

"Pisaan adalah seni merangkai kata yang mengandung arti dengan maksud tujuan tertentu, seperti  menyampaikan nasehat, mengungkapkan cinta atau yang lainnya dalam bahasa Lampung Marga Sungkai," ujar Nani, Rabu, 26 Februari 2020.

Hanya saja, kata dia, minat generasi muda Marga Sungkai untuk ingin tahu saja pada seni tradisi warisan nenek moyangnya itu sangat rendah.

Di Lampung Utara, pekerja seni Marga Sungkai yang diketahui bisa memainkan seni pisaan tercatat hanya 15 orang. Upaya yang dilakukan pihaknya agar tradisi itu tetap lestari, selain melakukan dokumentasi adalah dengan mengaktifkan kesenian canget bara (hiburan tradisional muda mudi
Marga Sungkai) dan canget pelepasan bagi temanten. 

"Bahasa pengantar canget adalah seni lisan pisaan. Canget telah mulai diaktifkan secara berkala pada masyarakat adat di desa-desa adat Marga Sungkai. Dengan itu diharapkan seni pisaan akan tetap lestari," kata dia.

Di Lampura, desa yang telah mulai mengaktifkan canget, yakni kelompok masyarakat adat di Desa Hanakau Jaya, Baturaja, Negarabatin, Kota Negara di Kecamatan Sungkai Utara. Di tambah Desa Kota Napal di Kecamatan Bunga Mayang dan Katapang, Kecamatan Sungkai Selatan.

"Sastra lisan pisaan merupakan bagian dari akar budaya Lampung yang mesti tetap lestari sebagai warisan untuk generasi selanjutnya dan itu akan dimulai di desa-desa adat," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar