#kriminal#penusukan#penganiayaan#beritanasional

Santri Korban Penusukan Preman Dimakamkan

( kata)
Santri Korban Penusukan Preman Dimakamkan
Keluarga menggelar doa bersama di pusara almarhum Muhammad Rozien, santri korban penusukan di Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Dok./Istimewa)

KALIMANTAN SELATAN (Lampost.co) -- Jenazah Muhammad Rozien, 17, santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat, dimakamkan. Korban penusukan oleh oknum preman di Kota Cirebon, Jawa Barat, itu dikebumikan di kampung halamannya Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
 
Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah Ustaz Sanwani mengatakan jenazah Rozien diantar oleh ratusan warga dan kerabat menuju pembaringan akhir. Rozien lebih dulu disalatkan di Masjid Hajjah Ratna Asyuhada Banjarbaru.
 
"Masyaallah, sangat banyak sekali yang mengantar jenazah ananda Rozien," ujar Sanwani, Minggu, 8 September 2019.

Jenazah Rozien dimakamkan pada Sabtu 7 September 2019 sekitar pukul 19.30 WIT. Menurut Sarwani, dari penuturan rekan-rekan dan saudaranya, Rozien dikenal anak yang baik, penurut dan berbakti pada orang tua.
 
"Banyaknya pengantar jenazah Rozien, sebagai bukti selama hidupnya merupakan orang baik," ungkap Sanwani.
 
Muhammad Rozien, 17, santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, tewas diduga dibunuh saat menunggu ibunya di Jalan Cipto Kota Cirebon. Korban meninggal diduga akibat luka benda tajam.
 
Kepala Divisi Humas Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Ustaz Sanwani, menerangkan mulanya korban menunggu sang ibu di salah satu toko buku di Cirebon. Tapi Rozien berinisiatif menunggu di seberang toko buku agar taksi daring yang ditumpangi ibunya tidak harus memutar.
 
"Karena mau menuju ke Kuningan, kalau menunggunya di Gramedia, mobil harus putar balik dulu. Jadi, Rozien memilih menunggu di seberang Gramedia," bebernya.
 
Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 20.30 WIB, saat menunggu sang ibu tiba, Rozien tiba-tiba didatangi dua pemuda yang menuduhnya telah memukuli rekan pemuda tersebut.
 
Salah satu rekan korban, Qisthan Gazhi, yang ikut menemani meminta bantuan warga karena dua pemuda itu menodongkan senjata tajam. Nahas saat kembali ke lokasi korban, Rozien sudah tersungkur dengan luka di tubuhnya.

Medcom

Berita Terkait

Komentar