ingatpesanibupakaimaskercucitanganjagajarak

Santri Harus Jadi Garda Terdepan 3M

( kata)
Santri Harus Jadi Garda Terdepan 3M
Kepala Kanwil Kemenag Lampung Juanda Na'im. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co): Memperingati Hari Santri Nasional (HSN), Kepala Kanwil Kemenag Lampung Juanda Na'im meminta agar masyarakat tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang. Hal itu guna mencegah munculnya klaster Covid-19 baru usai peringatan tersebut.

Ia berharap masyarakat khususnya yang berada di pondok pesantren merayakan HSN dengan sederhana. Karena peringatan tersebut biasanya dirayakan dengan berkumpul.

Menurutnya, santri harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan protokol kesehatan dengan mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, serta menjaga jarak (3M). Hal itu agar bisa memberikan contoh yang baik kepada masyarakat luas.

"Alhamdulillah hingga saat ini belum ada klaster pondok pesantren di Lampung," ungkapnya, Rabu, 21 Oktober 2020.

Ia menjelaskan hal itu dicapai karena penerapan protokol kesehatan yang ketat di lingkungan ponpes. Mantan Kepala Kantor Kemenag Lampung Selatan itu juga berharap agar capaian itu bisa dipertahankan.

"Meski tak ada pawai obor atau berkumpul seperti biasanya, tapi tetap tidak menghilangkan khas kesantriannya," tuturnya.

Sementara, Kabid Ponpes Muhammad Yusuf menjelaskan setiap Ponpes diwajibkan memiliki fasilitas kesehatan. Jika tidak ada, maka ponpes harus melakukan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk menjaga keamanan dari Covid-19.

Secara kelembagaan Kanwil Kemenag menggelar upacara seperti biasanya. Perayaan HSN hanya melalui video conference bersama Menteri Agama.

"Prokol kesehatan telah diterapkan di setiap pondok-pondok pesantren, Ponpes yang besar mereka memang sudah ada kliniknya, sementara yang kecil ini kita minta melakukan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan dan selalu kita pantau," ujar Yusuf.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar