#humaniora#snmptn#ltmpt

Sanksi Tegas bila Ada Sekolah Curang Ikuti SNMPTN

( kata)
Sanksi Tegas bila Ada Sekolah Curang Ikuti SNMPTN
Ilustrasi. (Foto: Dok/Google Images)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menjadi satu-satunya lembaga penyelenggara tes masuk perguruan tinggi terstandar di Indonesia. Siswa pendaftar tidak dipungut biaya apa pun. Biaya penyelenggara seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) sepenuhnya ditanggung pemerintah. Namun, ada sanksi tegas yang akan diberikan bila ada sekolah yang melakukan kecurangan dalam seleksi tersebut.

Humas Penerimaan Mahasiwa Baru Universitas Lampung M Komarudin mengatakan apabila ada sekolah yang terbukti melakukan kecurangan, tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun berikutnya. Kemudian, siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN dan terbukti melakukan kecurangan dibatalkan status kelulusannya.

"Sanksi tegas bagi sekolah dan/atau siswa/calon mahasiswa yang melakukan kecurangan, seperti markup nilai rapor, nepotisme, dan sebagainya," kata Komarudin, Minggu (27/1/2019).

Dia mengatakan tujuan SNMPTN memberikan kesempatan kepada siswa SMA/SMK/MA di dalam dan luar negeri (Sekolah Republik Indonesia/SRI) yang memiliki prestasi unggul untuk menempuh pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri (PTN). Kemudian juga memberikan peluang kepada PTN untuk mendapatkan calon mahasiswa baru yang mempunyai prestasi akademik tinggi.

"SNMPTN dilakukan berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor dan portofolio akademik. Rapor yang digunakan adalah semester I—V bagi SMA/SMK/MA dengan masa belajar tiga tahun atau semester I—VII bagi SMK dengan masa belajar empat tahun," katanya.

Sekolah yang siswanya mengikuti SNMPTN harus mempunyai nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan mengisikan data prestasi siswa di PDSS dengan lengkap dan benar. Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki nomor induk siswa nasional (NISN), memiliki prestasi unggul, dan rekam jejak prestasi akademik di PDSS. Siswa pendaftar dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau masing-masing satu prodi dari dua PTN. "Siswa yang telah lulus SNMPTN tidak diperbolehkan ikut dalam SBMPTN," katanya.

Triyadi Isworo*

Berita Terkait

Komentar