#Nuansa#WandiBarboy#sanitasi
Nuansa

Sanitasi

( kata)
Sanitasi
dok Lampost.co

INI ihwal sanitasi. Apa yang terlintas di benak Anda jika mengucap kata sanitasi? Kalau saya, toilet atau jamban. Barangkali Anda memiliki beragam pandangan dan pendapat yang berbeda dengan saya.

Menyebut sanitasi, terbentanglah segala urusan persampahan, toilet, limbah, air bersih, hidup sehat, dan lain sebagainya. Semua itu tidak salah. Namun, yang menjadi penekanan usai lokakarya (workshop) AJI Bandar Lampung bertajuk Evaluasi Media dalam Advokasi Isu Sanitasi di Bandar Lampung yang digelar di Swiss-Belhotel, Selasa (3/12), sanitasi ternyata bukan hanya kesehatan.

Memang Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring atau online mendefinisikan sanitasi dengan usaha untuk membina dan menciptakan suatu keadaan yang baik di bidang kesehatan, terutama kesehatan masyarakat. Sedangkan organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) mendefinisikan sanitasi sebagai pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang dapat menimbulkan akibat buruk terhadap kehidupan manusia baik fisik maupun mental.

Dari lokakarya itu, saya mendapat banyak oleh-oleh pemikiran yang bergizi. Sekali lagi, sanitasi tidak hanya membahas soal kesehatan. Ia juga berbicara hak asasi manusia (HAM), agama, sosial budaya, ekonomi, lingkungan, juga yang lainnya. Saya mencoba mengulik beberapa pertautan sanitasi itu.

Jika Anda ingin mencari informasi pertautan sanitasi dan HAM, silakan buka situs www.unwater.org. Di situs itu, kategori sanitasi satu paket dengan kategori air dan higienis. Situs itu menuliskannya water, sanitation, and hygiene, biasa disingkat wash.

Berkaitan dengan HAM, akses air dan sanitasi diakui oleh PBB sebagai hak asasi manusia (HAM). Hak yang mencerminkan hal mendasar dalam kehidupan setiap orang. Kurangnya akses ke fasilitas air, sanitasi, dan kebersihan yang aman, memadai, dan terjangkau akan berdampak buruk pada kesehatan, martabat, dan kemakmuran miliaran orang serta memiliki konsekuensi signifikan bagi perwujudan HAM lainnya.

Bahwa sanitasi berkaitan dengan agama sedikitnya ada dua situs agama yang bisa dirujuk. Pertama, situs Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia yakni https://mui-lplhsda.org/ dan situs faithinwater.org.

Di Bandar Lampung, dari data yang disajikan http://monev.stbm.kemkes.go.id/ masih ada orang yang buang air besar sembarangan (BABS) di sejumlah kelurahan di Bandar Lampung. Dari lokakarya AJI Bandar Lampung diketahui sebanyak 54 dari 126 kelurahan di Bandar Lampung yang sudah berstatus bebas BABS.

Artinya, Bandar Lampung masih belum mencapai status bebas BABS atau ODF. Hanya tiga kabupaten yang mencapai ODF, yaitu Pringsewu, Way Kanan, dan Metro.

Lantas, mengapa ibu kota Bandar Lampung ini tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya? Ihwal sanitasi, semua mesti bergotong royong. Dalam hal ini, Pemkot dan masyarakat bekerja sama mengatasi persoalan yang terkesan sepele ini. Maka, janganlah menyepelekan hal yang terkesan sederhana!

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar