#minyakgoreng#antrepakaisandal

Sandal Jadi Alat Antre Minyak Goreng di Candipuro  

( kata)
Sandal Jadi Alat Antre Minyak Goreng di Candipuro  
Antrean membeli minyak goreng di toko ritel Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, warga manfaatkan sandal. (Foto:Lampost /Perdhana)


Kalianda (Lampost.co)--Meskipun stok minyak goreng sudah mulai ada di sejumlah pasar dan toko ritel, tetapi warga di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, masih rela antre berjam-jam di toko ritel untuk mendapatkan minyak goreng sesuai HET Rp14 ribu/liter.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, keberadaan minyak goreng di Kecamatan Candipuro, sudah tidak terlalu sulit didapat dibandingkan dua pekan silam. Namun, harga yang ditawarkan jauh di atas HET pemerintah, yakni berkisar Rp20 ribu-Rp22 ribu/liter.

Akahirnya, warga memilih antre di toko ritel yang menjual minyak goreng sesuai HET. Dan uniknya, agar tidak kelelahan antre di terik matahari, puluhan ibu rumah tangga meletakkan sendal yang dijadikan nomor urut antre di depan toko ritel, sementara mereka duduk-duduk di pojok parkiran sambil berteduh. 

"Kalau di sini harga minyak goreng normal sesuai ketetapan pemerintah," kata Marfuah (39) saat dijumpai di depan toko ritel, Desa Titiwangi, Kecamatan Candipuro, Jumat, 11 Maret 2022.

Situasi antrian puluhan ibu rumah tangga untuk membeli minyak goreng di depan toko ritel tersebut sudah menjadi pemandangan setiap hari. "Tergantung waktu datangnya minyak goreng, kami pasti antri disini," ujarnya. 

Hal senada diungkap warga lainnya, minyak goreng sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam rumah tangga, membuat setiap pekan dua kali membeli di toko ritel tersebut.
"Seminggu bisa dua kali antri minyak goreng, maklumlah keluarga besar," kata Intan (49) warga setempat.

Dijelaskannya, minyak goreng kemasan sudah tidak terlalu sulit di dapat di warung kelontong maupun warung kecil, hanya harga masih tinggi.  "Sudah ada di warung-warung tapi masih mahal," ujarnya. 

Sementara itu, salah seorang pegawai toko ritel mengemukakan stok minyak goreng selalu habis diburu para ibu rumah tangga. 
"Minyak goreng belum datang, sudah banyak yang antre," kata Berti (23).

Dikatakannya, tidak dapat dipastikan, berapa jumlah minyak goreng yang di pasok ke toko ritel tempatnya bekerja. 
"Kadang datang 4 dus, pernah juga 5 dus, tidak menentu, termasuk kedatangannya kadang pagi, kadang siang," kata dia. 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar