cupangpenganiayaan

Saling Ejek Ikan Cupang Berujung Penikaman

( kata)
Saling Ejek Ikan Cupang Berujung Penikaman
Polresta Bandar Lampung meringkus tersangka yang melakukan penganiayaan. Lampost.co/Asrul


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Ahmad Jajuli (29), nelayan asal Jalan RE Martadinata, Telukbetung Timur dan Bayu Asgara (46), warga Jalan Cut Mutia, Telukbetung Utara mendekam dalam penjara Polresta Bandar Lampung. Keduanya terancam hukuman 5 tahun, karena menikam Andhika Saputra Warga Telukbetung Utara, pada 28 Desember 2020 lalu. Peristiwa itu didasari saling ejek ikan cupang.

Kanit Ranmor Polresta Bandar Lampung, Iptu Edi Suhendra, menjelaskan Ahmad Junaidi menikam korban dengan sebilah pisau di bagian perut dan kepala, hingga korban dirawat di rumah sakit. Sebelum ditikam, korban juga sempat dipukul dengan batu dan kayu.

Pisau yang digunakan pelaku, didapat dari warung yang tak jauh dari lokasi. Sedangkan Bayu berperan memegangi korban, saat ditikam Ahmad Jajuli. "Kami tangkap setelah dua jam mendapatkan laporan, barang bukti juga sudah diamankan, penyebabnya karena cekcok masalah ikan," ujarnya di Mapolresta Bandar Lampung, Senin 4 Januari 2020.

Sementara tersangka Ahmad Jajuli, mengaku nekat menganiaya, karena korban sempat memukulnya terlebih dulu. Hal itu didasari karena tersangka menyindir ikan cupang korban sebagai ikan cenang.

Tersangka mengaku kedua tersangka dan korban tidak saling kenal. Ketiganya hanya sebagai sesama pengoleksi ikan dan sedang mencari ikan hias. "Jadi saling ejek, saya dipukul, karena saya bilang ikan dia ikan cenang, ikan jelek," paparnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama, dengan ancaman pidana maksimal lima tahun enam bulan penjara.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar