#nuansa#setitikair#paud

Salah Satu Fondasi

( kata)
Salah Satu Fondasi
Ilustrasi. Foto: Dok/Google Image

BANYAK yang bilang, jangan sekolahkan anak terlalu dini, nanti anaknya cepat bosan. Biar sajalah anak main dan senang-senang di rumah.

Demikian segelintir pendapat kalangan masyarakat yang tidak pro pada pendidikan anak usia dini. Saya hanya tersenyum tipis mendengar beragam celotehan itu.

Kalangan yang berpikiran demikian bisa jadi memiliki pengetahuan yang relatif minim tentang pendidikan anak usia dini (PAUD). Sejatinya, PAUD adalah bersenang-senang.

Pembelajaran yang diberikan dikemas sesuai dengan kondisi bocah usia di bawah 5 tahun. Jangan bayangkan PAUD sebagai pendidikan serius yang menuntut siswanya cerdas dan memahami semua materi yang diajarkan.

Kemendikbud menyatakan bahwa PAUD adalah salah satu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan usia dini menjadi titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia yang sangat fundamental. Fase tersebut berperan penting dalam menentukan perkembangan anak selanjutnya.

Siswa PAUD berada pada masa golden age perkembangan otak manusia. Karena itu, tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak.

Beberapa layanan PAUD antara lain nursery dan TK. Pemerhati PAUD, Andyda Meliala, mengklaim memberikan pendidikan formal sejak dini kepada anak sangat penting karena hal tersebut dapat mendukung optimasi potensi anak.

PAUD merupakan fondasi anak secara formal yang didesain sebagai institusi transisi yang mempersiapkan anak ke jenjang berikutnya.

Pada masa golden age, fungsi eksekutif otak anak akan mulai dibentuk dan ini sangat penting bagi masa depan mereka kelak. Fungsi eksekutif tersebut mencakup pengendalian diri, working memory, dan fleksibilitas mental. Ketiganya membantu anak meraih high order thinking yaitu kemampuan memecahkan masalah, merencanakan, dan memiliki pemikiran yang baik.

Di Bandar Lampung, banyak PAUD yang menawarkan beragam fasilitas dan metode belajar sambil bermain. Dengan keunggulan yang berbeda, masyarakat bisa memilih PAUD yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik anak.

Dari pengalaman saya, anak justru merasa bahagia mengenyam PAUD. Kecerdasan linguistik, interpersonal, hingga kinetiknya terbangun dengan baik.

Pastikan, PAUD yang dipilih memiliki tenaga pengajar kompeten dengan metode pembelajaran menyenangkan. Dengan begitu, anak bahagia berada di sekolah. Pelajari kurikulum di PAUD tersebut, berikut dengan fasilitas keamanan di dalam maupun luar kelas, misalnya ketersediaan CCTV.

Jika hal itu sudah ada, tidak perlu ragu menyekolahkan anak sejak dini. Itu salah satu fondasi pendidikan buah hati.

Delima Natalia Napitupulu/Wartawan Lampung Post



Berita Terkait



Komentar