#mustafa#korupsi

Saksi Ungkap Dana Dukungan Partai untuk Mustafa di Pilgub

( kata)
Saksi Ungkap Dana Dukungan Partai untuk Mustafa di Pilgub
Sidang kasus tindak pidana korupsi mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa dilanjutkan dengan mendengarkan agenda tiga orang saksi di Pengadilan Tipikor, Kamis, 25 Februari 2021. Lampost.co/Abu Umaraly


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sidang kasus tindak pidana korupsi mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa dilanjutkan dengan mendengarkan agenda tiga orang saksi di Pengadilan Tipikor, Kamis, 25 Februari 2021. Ketiganya terdiri dari dua orang dari pengurus partai dan satu rekanan sekaligus orang dekat Mustafa.

Dalam kesaksiannya, saksi Paryono, mengatakan pernah mendapatkan arahan dari Mustafa untuk membantu dalam pencalonannya di pemilihan gubernur (Pilgub). Khususnya soal lobi untuk mendapatkan perahu dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) guna penetapan calon gubenur.

Untuk itu dia diperintah untuk berkoordinasi dengan pengurus partai. Dalam kepentingan tersebut, Paryono ditemani dengan saksi Rizani membawa uang tunai sebesar Rp5 miliar yang diletakkan dalam kardus ke kediaman Widi Iswanto.

Paryono kemudian dihubungi ajudan Mustafa dan diperintah untuk menemuinya di kantor Bupati Lamteng. Ternyata masih ada kekurangan dana Rp13 miliar untuk diserahkan ke PKB sebagai mahar perahu tersebut. Sehingga total kebutuhannya mencapai Rp18 miliar.

"Setelah terkumpul uang kekurangannya ini saya bawa pulang dalam 17 kardus. Uang ini selanjutnya diambil di rumah saya oleh Widi dengan memerintahkan supirnya," ujarnya.

Selain itu, Paryono juga pernah menerima uang Rp2,3 miliar dari Mustafa yang dititipkan ke Rizani. Mustafa lalu memerintahkan agar Rp1,1 miliar diantarkan ke Mova serta membuat pesanan 500 ribu kalender yang harganya Rp850 juta.

"Sisa uangnya Rp350 juta saya diantarkan orang yang menunggu di Tugu Pepadun oleh Mustafa," kata Paryono.

Sementara itu, saksi Rizani, mengatakan jika pernah menerima uang dari Darius yang dikenalnya sebagai orang dekat Mustafa sebesar Rp1,5 miliar. Uang ini dikemas dalam kardus dan harus diserahkan pada utusan dari Partai Hanura.

"Waktu menyerahkan ada Paryono. Mustafa bilang serahkan ke Sriwidodo dari Hanura," katanya.

Di akhir tahun 2017, Rizani juga menerima uang Rp3 miliar dari Darius dan diserahkan ke utusan Hanura di Bakauheni. Lalu pada Februari 2018 Darius kembali memberi Rp2,3 miliar untuk diserahkan kepada Paryono. "Setahu saya uang itu untuk keperluan Mustafa dalam pencalonannya di Pilgub," katanya.

Rizani juga mengungkapkan pada Januari 2018 diajak Paryono untuk bertemu dengan Widi Iswanto. Ketika itu Widi memberikan uang Rp12 miliar dan berpesan untuk dikembalikan ke Mustafa. "Pesan Widi supaya uang ini dikembalikan kepada Mustafa," ujar Rizani.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar