#Pilkada#Lampungtengah

Saksi Awal Bantah Adanya Politik Uang di Pilkada Lamteng

( kata)
Saksi Awal Bantah Adanya Politik Uang di Pilkada Lamteng
Suasana sidang penanganan pelanggaran administrasi TSM pilkada Lampung Tengah. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dua orang saksi awal yang hadir dalam sidang penanganan pelanggaran administrasi terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) Pilkada Lampung Tengah (Lamteng) menampik adanya politik uang yang dilakukan paslon 02 Musa Ahmad-Ardito Wijaya.

Seluruh pertanyaan dari majelis dan kuasa hukum pelapor yang mengarah pada politik uang, ditampik Agus Panggung yang merupakan Ketua Partai Golkar Kecamatan Kalirejo dan Agustam, Pengurus DPD II Golkar, PK Gunung Sugih. 

“Bapak hakim ketua, saya kan selalu memantau di lapangan maslaah pembagian uang itu tidak ada. Proses Pilkada itu damai dan tidak ada kejadian apa-apa sama sekali tidak ada money politik,” ujar Agus Panggung saat menjawab pertanyaan pelapor dalam sidang yang dilaksanakan di Hotel Bukit Randu. Rabu, 23 Desember 2020.

Selain itu, kuasa hukum pelapor Alian Setiadi menanyakan beberapa nama kepada saksi 02 yang diduga melakukan politik uang paslon 02. 

Salah satu nama yang muncul adalah Sekretaris DPD II Partai Golkar Lamteng yang pada sidang sebelumnya disebut membagikan secara langsung sejumlah uang kepada warga Gayabaru Empat.

“Kalau Febrianto kenal, itu Sekretaris Partai Golkar di Lamteng. Nama-nama yang lain saya nggak kenal Pak,” ujar Agustam.

Suasana sidang awal sempat memanas akibat tim kuasa hukum terlapor keberatan atas pernyataan ‘masif’ yang disampaikan oleh kuasa hukum pelapor.

“Izin, majelis, tolong sidang ini sesuai dengan agenda pemeriksaan saksi jadi sebatas pertanyaan. Jadi tim pelapor jangan terkesan menyimpulkan,” kata Rido sebagai kuasa hukum Musa-Dito.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar