#kriminal#tulangbawangbarat

Sakit Hati, Ibu Tiri Bunuh Balita di Margomulyo Tubaba

( kata)
Sakit Hati, Ibu Tiri Bunuh Balita di Margomulyo Tubaba
Polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap anak di bawah umur oleh ibu tirinya, Kamis, 16 Desember 2021. Lampost.co/Ahmad Sobirin


Panaragan (Lampost.co) --- Polres Tulangbawang Barat (Tubaba), mengungkapkan motif ibu tiri korban pembunuhan balita di Tiyuh Margomulyo, kecamatan Tumijajar. Kapolres Tubaba AKBP Sunhot P Silalahi mengungkapkan, pembunuhan tersebut dilakukan oleh ibu tirinya karena sakit hati terhadap keluarganya.

Menurutnya, korban pembunuhan bernama Tegar Pratama yang berusia dua tahun merupakan anak kandung dari Dwi Saputra. Sedangkan pelaku pembunuhan tersebut merupakan ibu tiri korban yang berinisial LDS. Tersangka ditangkap di rumah kediaman orang tuanya yang berada di Kampung Gunungbatin, Lampung tengah.

"Pelaku nekat membunuh anak tirinya karena tersangka sudah memiliki niat membunuh korban. Pelaku merasa sakit hati dengan suaminya yang tidak mau pisah rumah dengan mertuanya. Pelaku juga kesal dengan ibu mertuanya yang sering menjelek-jelekkan dirinya kepada tetangga sehingga dia nekat membunuh anak tirinya," kata Kapolres, saat konferensi pers di Mapolres, Kamis, 16 Desember 2021.

Baca juga: Kasus Ibu Bunuh Bayi segera Direka-ulang

Adapun kronologis kejadian pembunuhan anak di bawah umur tersebut terjadi Sabtu, 13 November 2021 sekira pukul 21.00 WIB. Awal kejadian, pelaku LND melihat korban bersama Kevin yang merupakan anak kandung pelaku yang sedang main mobil-mobilan di ujung kasur dekat pintu di bawah kipas angin. Kemudian pelaku melihat korban merebut mainan yang dimainkan oleh Kevin, anak pelaku. 

Karena merasa kesal, anak pelaku mendorong korban hingga kepala korban terbentur tembok lalu jatuh ke lantai dan kepalanya mengenai setrika. Melihat kejadian tersebut, pelaku bangun dan menuju ke arah korban yang saat itu kondisi tubuhnya kejang-kejang. Karena panik dan takut, pelaku mempunyai niat untuk membunuh korban dengan cara menekan/membekap mulut dan hidungnya dari posisi atas menggunakan kedua telapak tangan. Akibatnya,mulut korban terluka dan mengeluarkan darah dari bibirnya. 

Keesokan harinya saat ayah korban akan membangunkan anaknya dan melihat tubuh anaknya/korban sudah dalam keadaan kaku. Pada wajahnya mengeluarkan darah di bagian hidung, mulut, telinga, dan mata. Dia melihat anaknya sudah tidak bernapas lagi dan berlumuran darah.

Kapolres Tulangbawang Barat menambahkan, karena kematian anaknya yang tidak wajar lalu ayah korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tulangbawang Barat. Pelaku dijerat Undang – Undang tentang Perlindungan Anak,  Pasal 80 ayat 3, Jo pasal 76 c, dengan ancaman kurungan penjara selama 15 tahun, Pasal 340 KUHP ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. 

Wandi Barboy








Berita Terkait



Komentar