#pemerkosaan#asusila

Sakit Hati Diputus Cinta, Pemuda Memerkosa Mantan Pacar

( kata)
Sakit Hati Diputus Cinta, Pemuda Memerkosa Mantan Pacar
Pelaku pemerkosaan yang diamankan anggota Polsek Gedongtataan.Dok.

Pesawaran (Lampost.co) -- Seorang pemuda nekat memerkosa mantan pacar dalam kondisi pingsan dan tak berdaya karena merasa sakit hati diputus cinta. Pelaku melakukan perbuatan bejat di kediamannya. 

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan pada Rabu, 5 Agustus 2020, pukul 22.00 WIB, Tekab 308 Polsek Gedongtataan mengamankan JO (23), warga Desa Kebagusan, Kecamatan Gedongtataan, yang diduga pelakutindak pidana pemerkosaan terhadap IS (18).

"Pelaku kami amankan karena diduga telah melakukan tindak pidana pemerkosaan terhadap IS yang dilakukannya pada 16 Juni 2020, sekitar pukul 16.00 WIB di kediamannya," ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2020.

Dia menjelaskan pelaku melakukan perbuatan itu dilandasi sakit hati dengan korban karena telah memutuskan hubungan percintaan yang sudah terjalin sejak setahun lalu.

"Karena hal itu, pelaku meminta bertemu untuk menanyakan penyebab korban memutuskan hubungan cinta tersebut. Pada saat korban datang ke rumah pelaku dan duduk di teras, pelaku menarik tangan kanan korban dan diajak masuk ke kamar sambil berkata, 'sini ikut'," ujarnya.

"Pada sampai dalam kamar, pelaku menodongkan sebilah celurit yang dipegang dengan tangan kanan ke leher korban, kemudian tangan kiri pelaku menyodorkan segelas minuman berwarna hitam dan memaksa korban meminumnya dua gelas. Minuman adalah anggur merah," katanya.

Usai minum minuman tersebut, korban merasa pusing dan pingsan. Kemudian pelaku langsung menarik training dan celana dalam korban serta langsung menyetubuhi korban sekali.

"Setelah menyetubui korban, pelaku memakaikan celana dalam dan training korban dengan posisinya terbalik. Hal tersebut diketahui setelah korban sadar dan pada saat akan berdiri merasa kemaluannya sakit dan mual. Pada saat hendak meninggalkan kamar, korban muntah dan pusing dan meminta kepalanya disiram air sumur untuk mengurangi rasa pusing. Setelah rasa pusingnya berkurang, korban pulang," ujarnya.

Sejak kejadian tersebut, korban tidak pernah menceritakan hal tersebut kepada siapa pun. Namun, sekitar akhir Juli 2020 korban tidak datang bulan, kemudian menceritakan hal tersebut kepada kakaknya.

"Setelah mendapatkan cerita dari adiknya, kakak korban langsung melapor ke Polsek Gedongtataan dan anggota langsung mengamankan pelaku. Selain menangkap terduga pelaku, anggota turut mengamankan satu lembar karpet warna hijau dan satu setel pakaian," katanya.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar