#nuansa#kesehatan#virus-korona

Sabar Menyikapi Musibah

( kata)
Sabar Menyikapi Musibah
Ilustrasi Pixabay.com

Sri Agustina

Wartawan Lampung Post

SETIAP insan akan diuji kesabarannya dengan banyak hal, terutama dalam bentuk ketidaknyamanan atau musibah. Setiap orang yang beriman pasti akan ditimpakan musibah di dalam hidupnya sebagai ujian dari Allah. Mereka yang berhasil atas ujian itu adalah yang mampu bersabar.

Merebaknya penyakit yang disebabkan virus corona di Negeri Tirai Bambu hingga meluas ke beberapa negara lainnya dan menyebabkan banyak kematian merupakan musibah yang diturunkan dari Allah sebagai ujian. Allah ingin melihat seberapa besar kesabaran dan keimanan umatnya atas diangkatnya secuil nikmat sehat. 

Panik dan takut atas musibah corona itu adalah wajar. Namun, jangan lantas berbuat brutal, bahkan murka kepada Sang Mahakuasa. Sebaiknya, kita kembali lagi dan terus meningkatkan keimanan dengan bersabar serta mencari jalan keluarnya.

Sebab, bersabar ketika ditimpa musibah hukumnya wajib. Seperti dijelaskan Syaikh Shalih Alu Syaikh bahwa, “Bersabar menghadapi musibah hukumnya wajib dan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan. Hal tersebut karena dalam sabar terdapat sikap meninggalkan marah dan sikap tidak terima terhadap ketetapan dan takdir Allah.” (At Tamhid li Syarh Kitabit Tauhid).

Sabar diwajibkan sejak awal ditimpa musibah, bukan belakangan setelah musibah selesai dan lisan telah mengeluh serta hati tidak terima. Hal tersebut sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya, sabar itu ketika awal tertimpa musibah.” (HR Bukhari).

Selain sebuah kewajiban, bersabar juga merupakan bagian dari kesempurnaan iman, sebagaimana Ali bin Abi Thalib ra mengatakan, “Sabar dan iman bagaikan kepala pada tubuh manusia. Oleh karenanya, tidak beriman (dengan iman yang sempurna) jika seseorang tidak memiliki kesabaran.” (Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis).

Karena itu, bersabar dan tetap bersyukur kepada apa yang telah diberikan Allah swt menjadi kunci untuk meredam amarah atas musibah. Sebab, Allah pun tak akan memberikan ujian di luar kemampuan hamba-Nya.

Seperti firman Allah dalam Al-Quran, "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala yang diusahakannya dan ia mendapat siksa yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS Al-Baqarah Ayat 286).

Dari ayat itu, dapat kita pahami Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ini merupakan janji Allah, jadi sesungguhnya tidak mungkin Allah membebani kita dengan ujian yang tidak kita sanggup. Semoga kita selalu diberikan kesabaran yang lusa atas segala ujian dari-Nya.

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar