#muda#weekend#beritalampung

Saatnya Petani Muda Tampil

( kata)
Saatnya Petani Muda Tampil
Foto: Lampost.co/Zainuddin

ORANG bilang tanah kita tanah surga

Tongkat, kayu, dan batu jadi tanaman...

Demikian sepenggal lirik lagu populer berjudul Kolam Susu dari Koes Plus yang menggambarkan betapa suburnya tanah di negeri ini sebagai negara agraris. Lantas, bagaimana sobat muda melihat situasi dan kondisi pertanian di Lampung akhir-akhir ini?

Berbincang soal petani yang langsung terlintas di benak adalah menanam tanaman di sawah, rela berpanas-panasan, dan bergumul dengan lumpur. Nah, sebagai generasi millennial yang hidup di jaman now, ada enggak sih keinginan untuk menjadi petani? Dan apa saja ya inovasi pertanian dari pemuda saat ini.

Pendiri Komunitas Petani Lampung, Adi Setiawan, mengungkapkan mayoritas petani di Indonesia dijalankan oleh orang tua dengan menggunakan cara-cara tradisional. Tidak sedikit sarjana pertanian yang berkarier di luar bidangnya dan tidak memanfaatkan serta mengembangkan bidang keilmuan mereka yang telah digeluti sebelumnya. Mereka justru banyak bekerja di balik meja. Misalnya, dalam bidang perbankan, industri, jasa, dan sebagainya.

Para petani yang kini mulai menua kehilangan para penerusnya. Itulah salah satu sebab yang mendorong para petani muda muncul. "Petani muda meyakinkan menjadi petani bukan pekerjaan yang hina. Justru lahan pertanian yang ada jika dikelola oleh tangan yang tepat akan menghasilkan panen yang lebih melimpah. Bisa menjadi persediaan untuk pangan internasional," kata Awan, sapaan akrabnya, di Radio Sai 100 FM, kantor Lampung Post, beberapa waktu lalu.

 

Teknologi

Agar anak muda tertarik dengan pertanian bisa didekati melalui teknologi, salah satunya dengan metode hidroponik yang dapat memanfaatkan lahan sempit. Awan menjelaskan dengan kemajuan teknologi pertanian bisa dilakukan dalam gedung. Hasilnya juga tidak kalah dengan tanaman biasa, dengan teknologi hasilnya harus lebih baik.

Hal senada diungkapkan tim pendiri petani muda Lampung, Eka. Menurut dia, pertanian Lampung kini cukup menghawatirkan karena banyak terjadi alih fungsi lahan. "Banyak bangunan gedung, perumahan, dan perkantoran yang menggunakan lahan pertanian sehingga kondisi tersebut mengkhawatirkan untuk pertanian di Lampung," ujarnya.

Pelajar di Pesantren Diniyyah Putri, Yuyun Tri Patimah dan Tiara Ayu Paramudita, menambahkan menjadi petani menjadi tantangan baru bagi generasi muda sehingga harus membangkitkan jiwa muda untuk semangat bertani. Menurut mereka, keinginan untuk bertani inilah yang harus diteruskan dan digalakkan oleh para petani muda sehingga generasi muda tertarik untuk bertani.

"Anak muda sekarang sudah jarang yang berkecimpung di dunia pertanian. Sekarang lebih penting kongko atau bermain gawai," ujarnya.

Nur Jannah

Berita Terkait

Komentar