#covid-19#tesAntigen#Lamsel

Saat Tes Antigen Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan di Lamsel

( kata)
Saat Tes Antigen Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan di Lamsel
Tes antigen sebagai syarat perjalanan ke Jawa. (Foto: Lampost)


Kalianda (Lampost.co)--Menjadi syarat perjalanan, rapid test antigen atau tes antigen di masa pandemi covid-19 di Lampung Selatan kini menjadi ladang bisnis menjanjikan bagi banyak orang.

Ironisnya, pemeriksaan rapid test antigen yang seyogyanya dilakukan di rumah sakit, puskesmas, dan klinik, kini banyak dilakukan di tempat yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) Dinas Kesehatan. 

Kendati demikian, pihak Dinas Kesehatan dan Satgas Penanganan covid-19 Lampung Selatan tidak dapat berbuat apa-apa. 

Pihak Dinkes mengetahui banyaknya praktek pemeriksaan rapid test antigen di loket dekat penjualan tiket kapal roro di reas area KM 20 Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), rumah -rumah makan di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

 Bahkan, setiap pengendara roda dua, rora empat, dan pejalan kaki yang hendak menyebrang ke pulau Jawa melalui penyebrangan pelabuhan Bakauheni kerap kali ditawari pemeriksaan rapid test antigen, ketika hendak membeli tiket kapal roro di tiap loket pembelian tiket kapal roro yang ada tepi Jalinsum Bakauheni.

Selain itu, ada pula orang-orang di sekitar pelabuhan Bakauheni yang menawarkan jasa kepada pejalan kaki yang hendak menyebrang ke pulau Jawa melalui pelabuhan penyebrangan Bakauheni tanpa harus rapid test antigen dapat menyebrang dengan menggeluarkan kocek Rp80 ribu.

 Terkadang masyarakat sebagai pengguna angkutan penyebrangan pelabuhan Bakauheni enggan dicolok hidungnya ketika dilakukan pemeriksaan rapid test antigen, dan tawaran biaya Rp80 ribu menjadi solusinya.

Sementara itu, di Merak, Banten tidak lagi menerapkan tes ini sebagai syarat perjalanan ke pulau Sumatera.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan Badruzaman, ketika ditanya mengapa ada perbedaan perlakukan di pelabuhan Bakauheni dan Pelabuhan Merak, dia menyatakan aturan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) berbeda pula antara Inmendagri Jawa-Bali dan Inmendagr Sumatera - daerah lainya.

"Aturanya saja berbeda antara Jawa -Bali dengan Sumatera dan daerah lainya. Jadi, kalau orang dari Sumatera mau nyebrang ke pulau Jawa memakai rapid test antigen. Sedangkan, dari pulau Jawa hendak nyebrang ke Sumatera tidak lagi memakai rapid test antigen,"ujar Badruzaman.

Hal senada dikatakan seorang penumpang yang merupakan warga Jakarta. Menurut dia, daerah pulau Jawa vaksinasinya sudah tinggi. Sedangkan, di pulau Sumatera dan daerah lainya masih di bawah Pulau Jawa. 

"Jadi, wajar kalau nyebrang dari Pulau Jawa ke Sumatera tidak lagi memakai persyaratan rapid test antigen. Sedangkan, dari Sumatera ke pulau Jawa wajib memakai rapid test antigen,"katanya. 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar